Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Cadangan emas ini ditemukan di NTB

Emas batangan – Jubi/Tempo.co

Temuan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) saat eksplorasi di dalam wilayah Kontrak Karya (KK) Proyek Hu’u sejak tahun 2010.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi  – Deposit bijih tembaga-emas Onto ditemukan di wilayah Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Temuan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) saat eksplorasi di dalam wilayah Kontrak Karya (KK) Proyek Hu’u sejak tahun 2010.

“Saat ini proyek tersebut mempekerjakan hampir 600 karyawan termasuk kontraktor, dimana 70 persen di antaranya berasal dari lingkungan sekitar proyek eksplorasi,” kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro KLIK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,  Agung Pribadi, Jumat, (21/2/2020).

Agung menyebutkan bahwa penemuan itu menjadi titik penting bagi PT STM ke depan, serta memberikan dampak berantai yang lebih besar pada tahap selanjutnya. Menurut Agung

PT STM akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan kedalaman dari mineralisasi.

“Pastinya tenaga kerja setempat akan terus bertambah, meneruskan eksplorasi, dan lebih-lebih nanti jika berlanjut ke fase eksploitasi,” kata Agung menjelaskan.

Loading...
;

Baca juga : Penambang emas ilegal asal Kalbar ditangkap di Aceh

Polisi tutup 10 lubang penambangan emas liar di Banten

Polisi telusuri penambangan emas ilegal Tambrauw

PT STM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu’u dan merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80 persen), yang 100 persen sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk. (20 persen).

Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton kandungan 0,93 persen tembaga dan 0,56 g/t emas serta total sumber daya mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton kandungan 0,87 persen tembaga dan 0,44 g/t emas.

Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton kandungan 0,89 persen tembaga dan 0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton kadar 0,20,7 persen tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

Presiden Direktur PT STM, Bede Evans menyatakan penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang yang dimiliki Proyek Hu’u.

“Saat ini Proyek Hu’u berada pada tahap eksplorasi, dan kami berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia,” kata Evans.

Perusahaan ini telah menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan Amandemen KK ini, perusahaan akan memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan block cave Proyek Hu’u. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top