HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Cakupan imunisasi Polio masih rendah, ini penjelasan Dinkes Nduga

Ilustrasi pelaksanaan imunisasi terhadap anak di wilayah Pegunungan Papua-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Ina Gwijangge mengatakan, hingga kini pihaknya terkendala masalah cuaca dan juga penerbangan untuk melakukan imunisasi polio di sejumlah distrik.

“Kami telah komunikasikan dengan pihak helikopter untuk disewa melakukan pelayanan, namun kami terkendala dengan cuaca buruk. Karena beberapa minggu ini hujan terus, sehingga tidak bisa melayani,” kata Ina Gwijangge melalui pesan singkatnya yang diterima, Selasa (18/6/2019).

Selain itu pihaknya kesulitan menjangkau masyarakat untuk melaksanakan imunisasi polio. Sebab masih banyak masyarakat yang mengungsi ke hutan dan sejumlah kabupaten lain yang berdekatan dengan Nduga.

“Untuk cakupan imunisasi yang masih rendah ini, saya selalu koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi, agar dapat difasilitasi penggunaan helikopter dari PT Freeport Indonesia, namun ada surat penolakan dari perusahan. Intinya sekarang ini musim hujan, sehingga mobilisasi udara tidak bisa dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya dari rilis yang disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Papua terkait dengan pekan imunisasi nasional putaran pertama, terdapat 12 kabupaten di Papua capaian imunisasi polio bagi anak berusia 0 bulan hingga kurang dari 15 tahun masih di bawah 70 persen.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 10 Mei 2019, Kabupaten Nduga berada pada urutan terbawah dengan cakupan hanya mencapai 8 persen.

Kabupaten Tolikara 18 persen, Pegunungan Bintang dan Yahukimo dengan cakupan masing-masing 21 dan 24 persen, Dogiyai 26 persen dan Deiyai 26,97 persen.

Loading...
;

Sementara Kabupaten Puncak Jaya 28 persen, Intan Jaya 35 persen, Supiori 63 persen, Jayawijaya 63,9 persen serta Yalimo dengan cakupan 64 persen.

“Pada PIN Polio putaran pertama yang dilaksanakan sejak 18 Maret hingga 29 April 2019 di 29 kabupaten/kota se-Provinsi Papua itu, sebanyak 688.684 anak telah mendapatkan vaksin boPV sebanyak dua tetes dari target 934.281 anak usia nol bulan hingga kurang 15 tahun yang ada di Provinsi Papua,” kata kepala bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Aaron Rumainum.

Untuk itu, guna meningkatkan capaian imunisasi tersebut berbagai upaya dilakukan di antaranya tim dari kementerian kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, WHO dan UNICEF melakukan pendampingan penyusunan micro planning kepada 15 Kabupaten yang ada di Provinsi Papua.
Micro planning itu sendiri difokuskan pada pembiayaan transportasi pada 50 titik yang dianggap daerah sulit yang membutuhkan biaya sewa Heli, pesawat, mobil dan perahu motor dengan total biaya mencapai Rp7 Miliar lebih.

”Dimana Rp2,98 Miliar akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan sementara sisanya diharapkan dapat dibantu dari lembaga internasional,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa