Follow our news chanel

Calon penerima bantuan untuk mahasiswa terdampak Covid-19 membeludak

Kerumunan mahasiswa saat mendengarkan penjelasan mengenai bantuan pendidikan terdampak pandemi Covid-19, Nabire, Selasa (2/6/2020) - Jubi-Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Pemerintah Kabupaten Nabire menggelontorkan bantuan kepada mahasiswa setempat yang berkuliah di sejumlah daerah di Indonesia. Bantuan digulirkan untuk mememuhi kebutuhan selama pandemi Covid-19.

“Bantuannya sebesar Rp1 juta untuk setiap mahasiswa. Bantuan itu hanya diberikan sekali,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire Yermias Degei, Selasa (2/6/2020).

Dia mengatakan saat ini tercatat sebanyak 2.200 mahasiswa telah menerima kiriman bantuan melalui jasa perbankan tersebut. Jumlah penerima bantuan diperkirakan bertambah karena ada sekitar 700 pengajuan yang masih diverifikasi. Jika dianggap layak, mahasiwa tersebut bakal menerima bantuan serupa dalam pekan ini.

“Pagu awal (total anggaran untuk bantuan tersebut) sebesar Rp2,9 miliar. Karena data (pengaju bantuannya) terus bertambah, perlu didiskusikan kembali dengan bupati dan sekretaris daerah,” jelas Degei.

Dana bantuan untuk mahasiwa terdampak pandemi Covid-19 bersumber dari APBD setempat, dan pengajuannya berakhir pada hari ini. Adapun penyalurannya melalui bendahara sekretariat daerah berdasarkan hasil verifikasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nabire, Papua.

 

“Rencana bantuan ini sudah diumumkan sejak awal Mei. Kami memublikasikannya melalui pemberitaan di media massa, dan dengan ketua ikatan mahasiswa di setiap daerah,” lanjut Degei, yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nabire.

Loading...
;

Dia berharap calon penerima bantuan menggunakan rekening bank atas nama yang bersangkutan masing-masing. Jika tidak, kemungkinan besar pengiriman dananya akan terhambat bahkan ditolak oleh pihak bank.

“Jika mahasiswa menggunakan rekening milik orang lain, orangtua mereka harus menyerahkan data lengkap untuk diverifikasi langsung oleh bendahara (sekretariat daerah). Mereka juga akan ditelepon untuk memastikan kebenaran data tersebut,” jelas Degei.

Felix Kegiye ialah salah seorang pengaju bantuan untuk mahasiswa tersebut. Dia berkuliah di Manado, Sulawesi Utara, tetapi saat ini berada di Nabire.

“Saya baru mendapat informasinya dari Ketua Ikatan Mahasiswa (Nabire) di Manado. Saya pun langsung ke sini (ke Bagian Humas dan Protokol Pemkab Nabire) untuk mengecek dan melengkapi persyaratannya,” kata Kegiye.

Kegiye berada di Nabire sejak Januari guna menyelesaikan sripsinya. Karena dampak pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Manado tersebut pun harus berkuliah dan menyelesaikan tugas akhirnya secara daring atau online. “Saya sangat mengharapkan bantuan ini supaya bisa membeli pulsa data (internet) untuk mengerjakan tugas akhir.” (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top