HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Cara dokter di Papua menangani pasien Covid-19 yang belum ada obatnya

papua kasus covid-19 per rabu 27 mei 2020
Peta sebaran Covid-19 di provinsi Papua - Dok. Satgas Covid-19 Papua.
papua kasus covid-19 per rabu 27 mei 2020
Peta sebaran Covid-19 di provinsi Papua – Dok. Satgas Covid-19 Papua.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua dr Silwanus Soemoele, SpOG (K) mengatakan, penyakit Covid-19 adalah penyakit baru yang masih misterius dan belum ada obat khusus seperti penyakit lainnya.

Soemoele menjelaskan, ketika pasien dinyatakan positif Covid-19, maka seorang dokter akan melihat kondisi pasien tersebut.

Karena kondisi pasien berbeda, bisa sakit ringan, sedang, atau berat. Berdasarkan kondisi pasien, maka jenis pengobatannya akan disesuaikan.

Cara dokter di Papua menangani pasien Covid-19 yang belum ada obatnya 1 i Papua

“Jadi tidak seperti penyakit lain, misalnya malaria, kita obati dengan klorokuin atau kina, pengobatan Covid-19 belum seperti itu dan tergantung kondisi pasien,” katanya.

Ia menjelaskan, selama ini petugas kesehatan akan fokus memperbaiki kondisi umum pasien dengan tiga macam obat dan tidak selalu ketiga obat tersebut dipakai bersamaan pada semua pasien.

“Tergantung kondisi pasien, selama ini kita memberikan anti radang (inflamasi), antibiotik, antiviral, ini yang disebut pengobatan utama,” ujarnya.

Kemudian agar pengobatan dapat berjalan baik, dibutuhkan pengobatan suportif untuk meningkatkan imunitas pasien.

Loading...
;

Pengobatan suportif, katanya, dapat dilakukan secara medikamentosa (menggunakan obat-obatan) seperti pemberian vitamin. Kemudian dengan cara nonmedikamentosa, misalnya dengan memberikan aspek kerohanian, memperbaiki gizi atau olahraga.

Metode nonmedikamentosa, lanjutnya, dapat juga dengan memberikan suplemen tertentu, seperti memberikan buah merah, sarang semut, coconut oil, dan sebagainya.

“Tapi ingat, pengobatan suportif tidak bisa menggantikan pengobatan utama,” katanya.

Sampai saat ini Provinsi Papua memiliki angka kesembuhan yang cukup tinggi, sekitar 183 pasien dari total 652 kasus atau sekitar 28 persen. Papua juga berhasil menekan persentase kematian tetap di bawah 2 persen atau 11 kasus.

“Hal ini dapat dicapai karena petugas di Papua menemukan pasien sedini mungkin, dengan pemeriksaan masif kita temukan kasus sedini mungkin, angka kesembuhan tinggi, kalau kita ditunda dan pasien yang datang sudah dalam keadaan sakit berat dan sedang, itu susah,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa sejak awal Provinsi Papua memutuskan penutupan penerbangan dan kapal penumpang karena rumah sakit di Papua memiliki alat dan tenaga kesehatan yang terbatas.

“Jumlah ventilator terbatas, tenaga kesehatan terbatas,” ujarnya.

Jika pasien datang dalam keadaan sakit berat, perlu obat-obatan yang banyak sekali.

“Sehingga menemukan pasien sedini mungkin adalah satu-satunya cara menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan di Papua,” katanya.(*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa