HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Cegah penularan corona, bupati tutup akses keluar masuk Kabupaten Mamberamo Tengah

Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, bersama pejabat daerah dan masyarakat menutup akses keluar masuk Kabupaten Mamberamo Tengah dalam upaya mencegah penularan penyebaran virus corona (COVID-19) –Jubi/ANTARA/HO-Humas Pemkab Mamberamo Tengah
Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, bersama pejabat daerah dan masyarakat menutup akses keluar masuk Kabupaten Mamberamo Tengah dalam upaya mencegah penularan penyebaran virus corona (COVID-19) –Jubi/ANTARA/HO-Humas Pemkab Mamberamo Tengah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Papua, Ricky Ham Pagawak (RHP), secara resmi menutup akses jalan keluar dan masuk ke wilayah itu dalam upaya mencegah penularan penyebaran virus corona (COVID-19) di wilayah itu, Selasa (31/3/2020).

Dua jalan utama yang ditutup itu masing-masing di Kampung Tikapura Distrik Kelila dan Kampung Wunan Distrik Ilugwa. Distrik Kelila sendiri menghubungkannya dengan Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Sedang Distrik Ilugwa merupakan jalur utama yang menghubungkan Wamena dengan ke Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah.

Penutupan itu dilakukan mulai 31 Maret hingga 31 April 2020 mendatang dipimpin langsung Bupati Ricky Ham Pagawak, ditandai dengan diturunkannya palang yang disaksikan masyarakat, Muspida, anggota DPR Mamberamo Tengah di Kampung Tikapura, Distrik Kelila.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan upaya ini dilakukan sesuai arahan gubernur untuk menyelamatkan nyawa masyarakat Papua dari virus corona.

“Satu nyawa masyarakat Papua sangat berarti, maka saya sebagai bupati mengambil langkah penutupan akses jalan masuk maupun keluar Mamberamo Tengah di dua distrik ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Kalau jalan masuk ditutup, itu berarti masyarakat diisolasi (karantina), di situ juga dibangun pos penjagaan untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu solusi mencegah penyebaran virus corona adalah dengan menutup akses masuk dan keluar dan karantina masyarakat, karena hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah virus corona.

Loading...
;

Penutupan akses jalan utama di Distrik Kelila, juga berdampak terhadap empat distrik lainnya milik Kabupaten Tolikara. Keempat ditrik itu yakni, Bokondini, Kaboneri, Bewani, dan Kanero.

“Soal ini kami sudah sampaikan ke Wakil Bupati Tolikara dan wakil bupati sampaikan terima kasih karena Distrik Kelila merupakan wilayah terdepan sebelum masuk keempat distrik di Tolikara,” ucapnya.

Bupati dua periode ini mengakui penutupan akses jalan mengakibatkan masyarakat hanya beraktivitas di rumah saja, tidak bisa keluar ke Wamena maupun sebaliknya untuk kepentingan apapun.

“Yang bisa masuk adalah mereka yang membawa bahan bangunan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur dan pedagang yang membawa sembako. Itu pun akan diperiksa dengan ketat baik suhu badannya, maupun penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan dan TNI-Polri, agar aman,” tegasnya.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan jika kebijakan isolasi sudah dilakukan, pemerintah daerah wajib menyediakan bahan makanan selama satu bulan untuk masyarakat Mamberamo Tengah.

Bupati RHP menuturkan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan bahan makanan (bama) selama masa karantina. Bama yang disiapkan itu antara lain beras, mie instan, dan minyak goreng.

“Untuk tahap pertama, kami menyiapkan 60 ton beras, 2.000 karton mie instan, dan 200 karton minyak goreng dengan isi 24 botol per kartonnya. Bahan makanan ini sudah mulai kami distribusikan ke Distrik Kobakma dan Ilugwa, besok ke Distrik Megambilis. Sedang Ilugwa dan Kelila tengah menunggu stok beras di Wamena, kalau sudah ada tinggal disalurkan,” kata Bupati dalam keterangan tertulis Humas Pemkab Mamberamo Tengah, Fransisco Masella.

Pada kesempatan itu, Bupati RPH mengimbau kepada masyarakat Mamberamo Tengah untuk mendukung langkah isolasi yang diambil pemerintah.

Bupati juga berharap masyarakat menghindari berjabat tangan, berpelukan, dan kumpul-kumpul, walaupun di satu sisi berjabat tangan merupakan budaya.

“Namun, sebaiknya untuk saat ini kebiasaan tersebut dihentikan,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa