Follow our news chanel

Cerita Edison Elopere dan delapan rekannya, lindungi ratusan warga perantau saat insiden Wamena

Edison Elepere yang ikut mengungsi di Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Cerita Edison Elopere dan delapan rekannya, lindungi ratusan warga perantau saat insiden Wamena 1 i Papua
Edison Elepere yang ikut mengungsi di Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Edison Elopere, salah seorang warga Papua yang selama ini tinggal di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ikut bersama ratusan warga non-Papua mengungsi di Kabupaten Merauke.

Keputusannya mengungsi, lantaran rumahnya bersama perabot lain, ludes terbakar, pasca insiden yang terjadi di Wamena, beberapa waktu lalu.

Kepada sejumlah wartawan, Selasa (1/10/2019), Edison Elopere mengungkapan ia berasal dari Manokwari, Papua Barat. Hanya saja, selama ini tinggal di Wamena.

“Bapa saya orang Manokwari, sedangkan mama saya dari Wamena,” ujarnya.

Menurutnya, di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, terdapat banyak orang non-Papua, baik dari Makassar maupun Toraja.

“Begitu kejadian berlangsung, kurang lebih 200-an orang datang mencari perlindungan di rumah saya,” katanya.

Loading...
;

Sebagai manusia, lanjut Edison, dirinya bersama delapan rekan lain yang juga orang asli Papua, melakukan perlindungan terhadap ratusan warga non-Papua itu.

“Massa sudah datang untuk berusaha melakukan penyerangan. Namun saya bersama delapan rekan lain memberikan perlindungan kepada ratusan warga non-Papua itu. Sehingga niat mereka melakukan tindakan anarkhis, diurungkan,” kata dia.

Setelah satu persatu bergerak pergi, katanya, ia langsung menelpon aparat keamanan untuk datang.

“Lalu kami berjalan kurang lebih 500 meter, mengantar ratusan orang non-Papua untuk dibawa ke Polres serta Kodim,” ungkapnya.

Saat bersama delapan rekan lain pulang, rumahnya telah dibakar oleh sekelompok orang.

“Saya tidak tahu siapa yang membakar. Ya sudahlah, asalkan saya bersama delapan teman lain sudah menolong ratusan warga non-Papua,” katanya.

Ali Rahayan mengaku awalnya tak ada niat mengungsi ke Merauke. Hanya saja, karena lebih cepat dan dekat, sehingga memilih daerah ini. Lagi pula, bisa pulang ke kampung di Tual maupun Kei.

“Saya akan pulang kembali ke Wamena, setelah situasi benar-benar kondusif. Karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan di sana,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top