HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

China pemasok barang impor terbesar ke Indonesia

Foto ilustrasi, peti kemas. - pixabay.com
China pemasok barang impor terbesar ke Indonesia 1 i Papua
Foto ilustrasi, peti kemas. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Rabu – Badan Pusat Statistik atau BPS menyebut China merupakan negara pemasok barang impor terbesar ke Indonesia. Sepanjang Januari-Desember 2019, nilai impor barang dari China mencapai 44,58 miliar dolar AS, mencapai 29,95 persen dari total nilai impor barang Indonesia pada 2019.

Data itu disampaikan Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/1/2020). “Pada 2019, China menjadi pemasok barang impor terbesar ke Indonesia,” kata Suhariyanto.

China pemasok barang impor terbesar ke Indonesia 2 i Papua

Jepang menjadi negara kedua terbesar pemasok barang impor ke Indonesia. Nilai impor barang dari Jepang pada 2019 mencapai 15,59 miliar dolar AS, setara 10,47 persen dari total nilai impor 2019.

Negara tetangga, Thailand, menjadi pemasok impor terbesar ketiga. Nilai impor barang dari Thailand pada 2019 mencapai 9,41 miliar dolar AS, atau setara 6,32 persen dari total nilai impor barang pada 2019.

Diketahui, nilai impor kumulatif Januari−Desember 2019 adalah 170,72 miliar dolar AS. Nilai impor 2019 itu turun 9,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas. [Penurunan impor migas tercatat] 7,98 miliar dolar AS atau [turun] 26,73 persen. [Penurunan impor nonmigas mencapai] 10 miliar dolar AS atau [turun] 6,30 persen,” kata Suhariyanto.

Loading...
;

Suhariyanto memaparkan penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya seluruh impor komponen migas. Impor minyak mentah misalnya, turun 3,45 miliar dolar AS, atau turun 37,73 persen. Impor hasil minyak juga turun 3,96 miliar dolar AS, atau turun 22,50 persen. Selain itu, impor gas juga turun hingga 556,9 juta dolar AS, atau turun 18,17 persen.

Selama 12 bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada April 2019. Nilai impor migas pada April mencapai 2,235 miliar dolar AS. Nilai impor terendah terjadi pada Maret 2019, yaitu senilai 1,5 miliar dolar AS.

Nilai impor nonmigas tertinggi tercatat pada Juli 2019, sebesar 13,7 miliar dolar AS. Sementara nilai impor nonmigas terendah terjadi pada Juni 2019, dengan nilai 9,7 miliar dolar AS.

Menurut Suhariyanto, volume impor Januari–Desember 2019 juga turun 5,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Kondisi ini dipicu oleh turunnya volume impor migas sebesar 8.267,6 ribu ton [atau setara 16,80 persen] dan penurunan volume impor nonmigas sebanyak 849,7 ribu ton [atau setara 0,69 persen],” ujar Suhariyanto.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top