TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Cina larang keluhan soal lockdown di Medsos saat warga alami kelaparan

karantina lockdown Papua
Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi — Pemerintah Cina melarang unggahan negatif mengenai lockdown di Xi’an meski kondisi warga kelaparan. Radio Free Asia melaporkan pemerintah daerah Xi’an mengumumkan langsung larangan melalui pesan singkat kepada sekitar 13 juta warga yang tinggal di kota itu.

“Mulai 4 Januari, warga dilarang mengunggah detail aturan pandemi atau informasi mengenai situasi di jalan, video, tautan, atau foto situasi, terutama berita negatif,” tulis kutipan pengumuman pemerintah tersebut, dikutip CNN Indonesia, Kamis (6/1/2022).

Baca juga : Austria berlakukan lockdown total kemungkinaan Jerman menyusul
Ribuan wisatawan telantar akibat lockdown di Mongolia dalam dan Lanzhou
Kepulauan Solomon lakukan simulasi lockdown

Pengumuman itu berlanjut, “Ada program pengintaian di grup WeChat, dan semua berita negatif akan langsung dihapus setelah dikirim. Camkan ini dan sebarkan pesan ini.”

Pemerintah Cina menyebar pengumuman itu setelah sejumlah warga melontarkan keluhan mereka melalui jejaring sosial sejak pekan lalu.  Mereka mengeluh kelaparan karena pemerintah memperketat lockdown. Di bawah aturan itu, warga sama sekali tak diperbolehkan keluar rumah, kecuali untuk tes Covid-19.

Saat mengumumkan aturan itu, pemerintah menjamin pasokan kebutuhan warga tetap lancar. Namun kemudian, pemerintah mengakui ada kendala dalam penyaluran pasokan kebutuhan dan bantuan dari pemerintah ke masyarakat.

Warga mulai mengeluh kelaparan. Sebagian dari mereka berupaya memesan melalui aplikasi belanja, tapi harga bahan pokok sudah terlampau tinggi, atau lokasi mereka tak terjangkau sistem pengantaran.

Para warga pun menyuarakan rasa frustrasi mereka melalui jejaring sosial, sekaligus meminta agar ada yang segera mengirimkan bantuan. Ketika pemerintah mengumumkan larangan mengunggah “berita negatif” ini, para warga kian stres.

“Sangat jelas apa yang ingin dilakukan pemerintah. Sekarang, jika warga lapar, mereka tak boleh bilang,” ucap seorang warga di Xi’an dengan nama keluarga Ma.

Selama ini Cina memang menggunakan pendekatan “nol Covid” dalam penanganan pandemi. Mereka akan langsung mengambil langkah ekstrem ketika menemukan kasus Covid di satu daerah. Aturan semakin ketat karena Cina mengalami lonjakan kasus Covid-19, terutama setelah kemunculan varian Omicron. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us