Follow our news chanel

Previous
Next

Corona merebak, pendapatan pengemudi ojek online di Kota Jayapura turun

Pengemudi ojek online sedang menunggu orderan konsumen di salah satu kafe di Jalan Percetakan - Jubi/Ramah
Corona merebak, pendapatan pengemudi ojek online di Kota Jayapura turun 1 i Papua
Pengemudi ojek online sedang menunggu orderan konsumen di salah satu kafe di Jalan Percetakan – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Catur terlihat murung, wajahnya memelas lantaran sepi orderan. Sesekali ia melirik ponsel yang digenggamnya dengan harapan ada orderan masuk agar bisa mengisi kantongnya yang masih kosong.

“Masih sepi Mas,” ujar Catur sambil tersenyum ketika dihampiri Jubi saat menunggu orderan di salah satu kafe di Jalan Percetakan, Jumat (10/4/2020).

Senyum yang tadinya menghiasi pria berdarah campuran Biak-Cina ini mulai pudar saat menceritakan pendapatannya. Bila hari normal ia bisa mengantongi antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Bukannya mendapatkan banyak orderan karena warga diimbau kerja dari rumah, dirinya malah ‘buntung’ hingga 50 persen dari hari biasanya atau sebelum wabah virus corona.

“Sampai siang ini saja, saya baru dapat satu orderan. Rata-rata kalau normalnya sampai siang saya sudah dapat 10 sampai 15 orderan. Saya mulai kerja pukul 7 pagi sampai pukul 6 sore, sesuai aturan selama adaa corona. Syukur-syukur kalau dapat bisa dapat Rp100 ribu,” ujar Catur.

Meski demikian, Catur bersyukur selama dua tahun menjadi pengemudi ojek online, setiap kali mengantarkan orderan selalu mendapatkan tambahan.

Loading...
;

“Kadang dikasih makanan, kadang juga uang kembalian tidak diambil. Selama virus corona ini, saya dapat masker. Harapan saya kalau bisa jangan dibatasi jam operasional kami supaya kami bisa kerja dengan tenang, soalnya kalau lebih dari jam 6 polisi sudah suruh kami pulang,” jelas Catur.

Sama halnya dengan Catur, pengemudi ojek online lainnya, Stenly, merasakan dampak penurunan pendapatannya selama virus corona.

“Minimal sebelum ada corona ini, saya bisa dapat antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Tapi sekarang, mau dapat Rp100 ribu saja sudah syukur. Puji Tuhan sekali. Saya terima saja dengan kondisi sekarang ini,” ujar Stenly.

Untuk bisa mendapatkan banyak orderan di tengah minimnya jam operasional, diakui Stenly, harus bermain petak umpet dengan polisi, karena pembatasan jam operasional hanya sampai jam 6 sore.

Meskipun ia sendiri sadar bahaya virus corona, namun pekerjaanya sebagai penyedia jasa transportasi yang memaksanya agar dapur tetap mengebul.

“Ya, harus lembur sampai malam cari orderan. Kadang sampai pukul 10 malam. Harapan saya, tolong pak polisi jangan terlalu keras juga dengan driver ojek online karena kami membantu customer yang memerlukan makanan saat malam,” jelas Stenly. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top