Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Covid-19 di Inggris banyak membunuh etnis minoritas

Papua, Corona
Foto ilustrasi. - pixabay.com
Covid-19 di Inggris banyak membunuh etnis minoritas 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Kemungkinan akibat sebagian besar dari mereka bekerja pada sektor layanan kesehatan dan sektor lain yang paling terpapar virus corona.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Orang-orang dari beberapa etnis minoritas di Inggris dalam jumlah yang tidak proporsional meninggal akibat Covid-19. Hal itu kemungkinan akibat sebagian besar dari mereka bekerja pada sektor layanan kesehatan dan sektor lain yang paling terpapar virus corona.

Covid-19 di Inggris banyak membunuh etnis minoritas 2 i Papua

Institute for Fiscal Studies (IFS), merupakan kelompok ahli terkemuka  yang menyampaikan pada Jumat, (1/5/2020), bahwa kematian per kapita orang-orang di Inggris warga keturunan ras kulit hitam Karibia adalah tiga kali lipat daripada warga negara Inggris yang berkulit putih.

Baca juga : Badan amal Inggris sebut banyak berita palsu seputar Covid-19

Bersama sejumlah negara ini, Inggris dukung dan ketersediaan vaksin Covid-19

PM Inggris Johnson akan kembali bekerja setelah pulih dari Covid-19

Loading...
;

Menurut IFS, kematian per kapita di antara kelompok kulit hitam lainnya di Inggris dua kali lipat dari populasi secara keseluruhan, sementara orang-orang keturunan India juga menderita lebih banyak kematian daripada angka kematian rata-rata akibat Covid-19.

Mempertimbangkan fakta bahwa sebagian besar kelompok minoritas jauh lebih muda daripada rata-rata penduduk kulit putih Inggris, angka kematian per kapita di hampir semua kelompok minoritas tampak sangat tinggi, kata IFS dalam sebuah laporan.

Sebagian dari angka kematian tambahan pada etnis minoritas di Inggris kemungkinan terkait dengan banyaknya dari mereka yang tinggal di London atau kota-kota lain yang paling terdampak wabah virus corona baru.

Namun, IFS juga menyebutkan bahwa geografi bukan satu-satunya faktor penentu. “Tidak mungkin hanya ada penjelasan tunggal tentang hal ini, dan faktor-faktor yang berbeda mungkin lebih penting untuk kelompok yang berbeda,” kata Ross Warwick, seorang ekonom peneliti di IFS.

Ia mencontohkan orang Afrika berkulit hitam kemungkinan besar adalah pekerja untuk bidang yang memegang peran kunci yang mungkin menempatkan mereka dalam risiko terpapar Covid-19. “Sementara para warga lansia keturunan Bangladesh tampak rentan berdasarkan kondisi kesehatan mereka,” ujar Warwick.

Data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa warga Afrika-Amerika lebih mungkin meninggal akibat Covid-19. Hal itu menyoroti kesenjangan yang sudah lama terjadi dalam kesehatan dan ketidaksetaraan dalam akses untuk mendapat perawatan medis di sana.

IFS juga mengatakan orang-orang dari etnis minoritas di Inggris lebih mungkin terpukul secara finansial dengan adanya karantina akibat wabah corona.

“Para pria keturunan Bangladesh di Inggris empat kali lebih mungkin bekerja untuk industri yang ditutup dibandingkan laki-laki kulit putih Inggris. Sementara pria Inggris keturunan Pakistan hampir tiga kali lebih mungkin bekerja untuk industri yang ditutup (selama pandemi),” kata Lucinda Platt, seorang profesor London School of Economics yang menjabat di panel IFS untuk riset tentang ketidaksetaraan. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top