Covid-19 melonjak, serikat guru AS dukung wajib vaksin

Vaksin Papua
Ilustrasi Vaksin - BPOM

Papua No.1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi  – Covid-19 di Amerika Serikat yang terus melonjak membuat serikat guru AS mengeluarkan dukungan wajib vaksin. Kepala serikat guru terbesar kedua di negara itu pada Minggu (8/8/2021) kemarin mengatakan vaksinasi Covid-19 diperlukan bagi para guru AS untuk melindungi siswa yang masih sangat muda untuk disuntik.

Pernyataan itu merupakan pergeseran sikap untuk mendukung wajib suntik vaksin karena semakin banyak anak-anak yang sakit. “Keadaannya telah berubah,” Randi Weingarten, presiden Federasi Guru Amerika, mengatakan kepada program “Meet the Press” NBC News.

Baca juga : Perawat di Amerika positif Covid-19 meski sudah divaksin 

Kasus covid-19 Turki tertinggi di luar Eropa dan Amerika 

Inggris tawarkan suntikan Covid-19 untuk remaja

Ia menyebutkan sangat membebani jika anak-anak di bawah 12 tahun tidak bisa divaksin. “Saya merasakan kebutuhan itu… untuk berdiri dan mengatakan ini sebagai masalah hati nurani pribadi,” katanya.

Loading...
;

Tercatat anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di AS meningkat, tren yang oleh para ahli kesehatan dikaitkan dengan varian Delta yang lebih mungkin menginfeksi anak-anak daripada jenis Alpha yang pertama muncul.

Menurut pernyataan Gedung Putih yang digaungkan oleh Weingarten dalam wawancara televisi lainnya minggu lalu menyebutkan Hampir 90 persen  pendidik dan staf sekolah telah divaksin. Termasuk semakin banyak perusahaan dan pemerintah negara bagian yang mewajibkan vaksinasi Covid-19. United Airlines, pengepakan daging Tyson Foods Inc dan Microsoft mewajibkan karyawannya divaksin, tindakan yang menurut para ahli legal tetapi dapat meningkatkan ketegangan perburuhan di tempat kerja yang berserikat.

Sedangkan California, New York dan Virginia juga mewajibkan semua pegawai negeri untuk disuntik, dan New Jersey mengharuskan beberapa pekerja di bidang kesehatan untuk mendapat vaksin.

Becky Pringle, presiden serikat guru terbesar AS, National Education Association, mengatakan kepada New York Times pekan lalu bahwa mandat vaksin apa pun harus dinegosiasikan di tingkat lokal.

Amerika Serikat telah melaporkan rata-rata lebih dari 100 ribu kasus baru sehari selama dua hari terakhir, tertinggi enam bulan, menurut hitungan Reuters. Sekitar 400 orang per hari rata-rata sekarat. Rawat inap merupakan yang tertinggi sejak Februari lalu.

Wilayah Selatan AS tetap menjadi pusat wabah terbaru, dengan Florida melaporkan rekor hampir 24.000 kasus baru pada Sabtu, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Jumlah pasien Covid-19 yang memenuhi rumah sakit negara bagian telah membuat rekor hampir setiap hari selama seminggu terakhir. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top