Follow our news chanel

Previous
Next

Covid-19, seorang pendeta di Myanmar dituduh melawan pembatasan

Ilustrasi Corona di Papua - Jubi/Dok.
Covid-19, seorang pendeta di Myanmar dituduh melawan pembatasan 1 i Papua
Ilustrasi Corona di Papua – Jubi/Dok.

Komite Pengendalian dan Tanggap Darurat Covid-19 lewat pernyataan tertulisnya mengatakan pendeta David Lah bersama dua pendeta lainnya telah mengadakan misa di Yangon dan akan dituntut bersama satu anggota jemaat lainnya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yangon, Jubi– Seorang pendeta di Myanmar bersama tiga orang rekannya akan dituntut karena dinilai melanggar dengan tuduhan melawan aturan yang melarang penyelenggaraan pertemuan. Pernyataan pemerintah setempat, Rabu, (15/4/2020) kemarin menyebutkan dalam salah satu khotbah yang disiarkan di internet pendeta David Lah sebelumnya sempat mengatakan umat Kristen kebal terhadap virus corona.

Pemerintah Myanmar telah melarang adanya pertemuan massal sejak 13 Maret. Komite Pengendalian dan Tanggap Darurat Covid-19 lewat pernyataan tertulisnya mengatakan pendeta David Lah bersama dua pendeta lainnya telah mengadakan misa di Yangon dan akan dituntut bersama satu anggota jemaat lainnya.

Baca juga : Jumat Agung, Paus dengarkan kesedihan tahanan dan korban corona

Corona tak pengaruhi pembangunan pembangkit tenaga nuklir di China

Korban kematian akibat corona di AS lebih dari 25 ribu jiwa

Loading...
;

David Lah belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan. Sementara itu, pejabat Kota Mayangone di Yangon, Ye Win Aung, mengatakan menerima perintah dari komite untuk menuntut pendeta mengacu Undang-Undang Manajemen Bencana di Myanmar, yang memungkinkan ancaman pidana hingga tiga tahun penjara.

Sedangkan sekitar 20 orang yang ikut ibadah itu dinyatakan positif tertular virus corona yang digelar pada awal April.

Namun hingga saat ini informasi itu belum dapat diverifikasi lebih lanjut. Juru bicara Kementerian Kesehatan juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Kepolisian di Yangon mengonfirmasi tuntutan itu telah diajukan terhadap empat orang yang menyelenggarakan acara keagamaan tersebut. Tuntutan itu diserahkan ke dua kantor polisi di Kota Mayangone, Yangon.

Tercatat Myanmar telah melaporkan 74 kasus positif Covid-19, empat di antaranya berujung pada kematian. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top