HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Cuaca masih menjadi kendala evakuasi bangkai heli MI-17

Ilustrasi kecelakaan helikopter – Jubi/Tempo.co
Cuaca masih menjadi kendala evakuasi bangkai heli MI-17 1 i Papua
Ilustrasi kecelakaan helikopter – Jubi/Tempo.co

Bangkai helikopter MI-17 bernomor registrasi HA-5138 milik Penerbangan TNI AD yang sempat hilang kontak di akhir Juni 2019 lalu.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komando Resort Militer (Korem) 172/Praja Wira Yakthi (PWY) menyatakan cuaca yang selalu berubah menjadi kendala proses evakuasi bangkai helikopter MI-17 bernomor registrasi HA-5138 milik Penerbangan TNI AD yang sempat hilang kontak di akhir Juni 2019 lalu. Tercatat peninjauan ulang lokasi pendaratan untuk proses evakuasi Heli MI-17 telah rampung dilakukan pada Rabu (12/2/2020) pagi.

Cuaca masih menjadi kendala evakuasi bangkai heli MI-17 2 i Papua

“Pada pukul tujuh pagi sudah melakukan peninjauan ulang, diharapkan ini yang terakhir ke sasaran, kami meninjau titik pendaratan kemudian rute yang bisa digunakan pada saat evakuasi, peninjauan ini sudah selesai dalam keadaan aman,” kata Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf Luhut Binsar Sianipar, Kamis, (13/2/2020).

Baca juga : Titik evakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17 sudah ditinjau ulang

Puing helikopter MI-17 ditemukan di Pegunungan Kowr Pegunungan Bintang

Pencarian helikopter MI-17 HA difokuskan di Oksibil

Loading...
;

Menurut Binsar, sudah ada tambahan tiga unit Heli Bell TNI AD, selain itu juga telah berkoordinasi dengan penerbangan swasta untuk bantuan heli untuk proses evakuasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pilot kalau cuaca mengizinkan sudah mulai kegiatan evakuasi baik itu mencari jenazah termasuk barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” ujar Binsar menjelaskan.

Menurut dia, cuaca di wilayah pegunungan Papua cukup ekstrim, terkadang cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang, hal itu menjadi faktor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian. Proses evakuasi melibatkan kurang lebih satu SSK dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus dan tim kesehatan gabungan dari TNI , Polri dan SAR termasuk melibatkan masyarakat lokal dan tokoh-tokoh masyarakat.

Lokasi jatuhnya Heli MI-17 berada di salah satu tebing Pegunungan Mandala dengan ketinggian 12.500 kaki  sekitar 3.810 meter, di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Helikopter tersebut dilaporkan membawa 12 orang, terdiri atas tujuh orang kru dan lima orang personel Satuan Tugas Batalyon Infatri (Satgas Yonif) 725/Woroagi (WRG) yang akan melaksanakan pergantian pos saat melaksanakan misi pendorongan logistik ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas). (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa