Curahan hati Tinus Pae setelah dilepas Persipura

Yustinus Pae saat berlatih bersama Persipura. -Jubi/Sudjarwo Husain

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Yustinus Pae (Tipa) tidak pernah membayangkan jika karier sepak bolanya di klub Persipura Jayapura akan berakhir menyakitkan. Tipa bersama Boaz Solossa baru saja dilepas oleh manajemen Persipura karena alasan indisipliner.

Karier Tipa sebenarnya masih bisa bertahan hingga dua tahun ke depan. Meskipun sudah menginjak usia 38 tahun, namun performa Tipa di atas lapangan hijau masih cukup prima. Sayang, kariernya harus terhenti karena manajemen Persipura memilih melepasnya dengan alasan indisipliner.

Walau sempat kecewa dengan keputusan manajemen, pemain yang tak tergantikan di posisi bek kanan Persipura itu akhirnya pasrah menerima.

“Rasa kekecewaan itu ada ketika mendengar kalau saya dan Boaz sudah tidak di Persipura lagi dan berita itu kita dengar bukan dari manajemen lewat telepon atau panggil baru sampaikan, tetapi berita itu disampaikan melalui media sosial. Cuma saya berusaha tanggapi dengan tetap tenang, mau bagaimana lagi semua keputusan ada di pihak manajemen dan pelatih. Saya hanya bisa pasrah saja,” kata Tipa kepada awak media Jubi, Minggu (11/7/21).

Berjiwa besar

Tipa berjiwa besar mengakui jika memang benar dirinya bersama Boaz sempat mengkonsumsi minuman beralkohol sehari sebelum Persipura berujicoba dengan Persita Tangerang. Karena itulah, Tipa mengatakan sejujurnya kepada Jacksen Tiago bahwa dirinya baru saja habis minum, dan ia meminta untuk tidak dimainkan.

Hanya saja, Tipa dan Boaz tetap diturunkan dalam laga uji coba yang berakhir dengan kekalahan Persipura 1-3 itu. Terlebih, laga tersebut harus terhenti di tengah jalan karena ricuh. Tipa dan Boaz pun akhirnya dipanggil oleh manajer Persipura, Arvydas Ridwan Madubun alias Bento.

Loading...
;

“Kami dilepas karena indisipliner sebelum melawan Persita tanggal 13 Juni. Sebelum pertandingan uji coba saya sudah bicara jujur ke coach Jacksen kalau kemarin saya dengan Bochi (Boaz) ada minum. Di situ juga ada saksi mata kaka Stevi dan saya pikir coach dan kaka Stevi sudah tahu. Cuma masalahnya saya dan Bochi tetap dimainkan. Sebelum pulang ke Jayapura tanggal 14 Juni, siangnya kita berdua ditelepon untuk bertemu coach dan pak direktur sama kaka Bento,” ungkap Tipa.

“Manajemen memutuskan untuk kita kembali ke Jayapura sambil menunggu manajemen rapat dulu untuk mengambil keputusan perihal status kita. Karena saya dan Bochi menyadari salah, kami diam saja. Tanggal 15 Juni kita kembali ke Jayapura dan keputusan dari manajemen untuk melepas saya dan Bochi itu kita tunggu selama 3 minggu baru keluar,” sambungnya.

Meski harus dilepas Persipura dengan cara menyedihkan, Tipa tetap menyikapi secara bijaksana. Tak ada dendam, meskipun ia sulit menyembunyikan rasa pahit dilepas dari klub yang telah ia antarkan juara sebanyak tiga kali di Liga Indonesia.

“Kalau cara manajemen mengambil langkah untuk memberhentikan kami lewat media sosial dan pengambilan surat juga langsung ke kantor, saya pikir situasi memang sulit. Jujur pasti tekanan di kubu manajemen semua serba salah bagaimana cara yang baik untuk membuat kami dan keluarga juga termasuk fans dan Persipura Mania bisa sama-sama enak dapat menerima semua ini,” tutur Tipa.

“Jujur, kadang kalau duduk sendiri dalam berapa hari ini, saya merenungkan kembali. Tapi sudahlah, intinya saya bersyukur saja semua yang Tuhan buat baik untuk saya dengan Bochi keluar dari Persipura tidak dalam keadaan cedera, itu yang harus kita berdua syukuri,” tandasnya.

Tanggapan Jacksen Tiago

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago mengaku keputusan untuk melepas Boaz Solossa bersama Yustinus Pae adalah sebuah risiko besar. Ia pun paham publik pecinta Persipura pasti sangat bersedih dengan keputusan itu.

Dalam 1 dekade lebih, Boaz Solossa dan Tipa merupakan pemain penting dalam skuad berjulukan Mutiara Hitam, baik di kompetisi Liga Indonesia maupun di level Asia.

“Tidak ada satu pun orang dalam tim ini yang bahagia dengan keadaan seperti ini karena kita sangat dekat sekali. Ikatan emosional kita sangat kuat sekali, sehingga kita sangat mengerti respons dari masyarakat. Itu sebuah risiko yang besar,” kata Jacksen.

Jacksen menyadari betul bahwa Boaz dan Tipa merupakan dua pemain yang berjasa besar mengantarkan Persipura sebagai juara Liga Indonesia dan ke semifinal Piala AFC.

“Kita semua sangat mengerti perasaan dari para fans kita, karena kecintaan mereka terhadap Boaz yang merupakan bagian dari sejarah luar biasa tim kita. Perasaan saya juga begitu, kita semua sedih karena kita semua sudah seperti keluarga,” tuturnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top