HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Daerah ini alami lonjakan DBD saat hadapi Covid-19

Ilustrasi, pixabay.com

“Penyakit yang susah untuk dihilangkan sama sekali ini adalah ‘dengue haemoraghic fever’ atau lebih dikenal demam berdarah dengue

Papua No.1 News Portal | Jubi

Bantul, Jubi – Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merebak di saat pemerintah setempat sedang berjuang menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. DBD tersebut setiap tahun selalu menghantui wilayah DIY, termasuk Bantul.

“Penyakit yang susah untuk dihilangkan sama sekali ini adalah ‘dengue haemoraghic fever’ atau lebih dikenal demam berdarah dengue. Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk menyebabkan penyakit yang angka kasusnya juga tinggi,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Selasa, (31/3/2020).

Baca juga : Wagub NTT: Kekhawatiran di NTT saat ini justru DBD

DBD renggut tiga warga Sumsel

Korban jiwa akibat DBD terjadi di sejumlah daerah

Loading...
;

Menurut dia, merebaknya kasus DBD tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi kebersihan lingkungan yang masih banyak tempat-tempat perindukan nyamuk. Tercatat pada tahun 2019 angka kasus DBD di Bantul mencapai 1.424 kasus. Pada tahun 2020 prediksinya adalah siklus lima tahunan dari DBD. Meski hingga Maret ini kasus yang terlaporkan 416 kasus dan belum ada laporan kematian. “Namun angka tersebut agak lebih tinggi dibanding dengan periode yang sama tahun 2019, yaitu 353 kasus,” kata Joko menjelaskan.

Ondisi dibantul membuat masyarakat mengalami keresahan ganda, yakni kekhawatiran Covid-19 dan ancaman kasus DBD. ย Dinkes mengharapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di masing-masing rumah yang dilakukan oleh penghuni rumah itu sendiri dan tetap dilakukan secara rutin.

“Mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat yang bisa dijadikan berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti merupakan tindakan terbaik untuk memberantas DBD,” kata Joko yang juga juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul.

Baca juga  Ini destinasi wisata di Medan yang paling banyak dikunjungi

Dia juga mengharapkan anjuran tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain, tidak menghambat dilakukannya pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti.

Data dari Dinkes Bantul menyebutkan urutan lima kecamatan endemis DBD sampai Maret, yaitu Kecamatan Bantul 50 kasus, Sewon 49 kasus, Pandak 39 kasus, Imogiri 35 kasus dan Bambanglipuro 33 kasus. Sedangkan kecamatan yang biasanya endemis tinggi, yaitu Kasihan ada 20 kasus dan Banguntapan 16 kasus. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa