TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Dalih pelanggaran HAM, AS boikot Paralimpiade musim dingin Cina

Paralimpiade, Papua
Ilustrasi Paralimpiade antar negara, (pixabay.com)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi — Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyatakan Amerika Serikat secara diplomatik memboikot Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Keputusan pemboikotan itu berkaitan dengan isu pelanggaran hak asasi manusia.

“Pemerintahan Biden tidak akan mengirim perwakilan diplomatik ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022, mengingat genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan RRT yang sedang berlangsung di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya,” ujar Jen Psaki, dikutip CNN indonesia dari dari AFP, Selasa, (7/12/2021).

Baca juga : Amerika perkarakan warga Cina dan Malaysia peretas ratusan perusahaan
Tentang tiktok Cina protes program jaringan bersih Amerika
Presiden Biden perpanjang larangan investasi di perusahaan terkait militer Cina

Meski pemboikotan tak berkaitan dengan atlet AS. Negeri Paman Sam tersebut tetap akan mengirim kontingen atlet-nya ke ajang olahraga dunia tersebut.

“Para atlet di Tim AS mendapat dukungan penuh kami. Kami akan mendukung mereka 100 persen, kami menyemangati mereka dari rumah.” Kata Jen Psaki menambahkan.

Tercatat pembicaraan secara virtual antara Biden dan Presiden Cina Xi Jinping beberapa waktu lalu disebut tak melahirkan terobosan penting terkait ketegangan kedua negara. Namun, pembicaraan tersebut dinilai tetap menjadi awal yang baik untuk membuka dialog setelah kerenggangan hubungan dua negara setahun terakhir pemerintahan Donald Trump.

Selama berbulan-bulan, AS telah berusaha menemukan cara terbaik untuk memposisikan diri sehubungan dengan Olimpiade Musim Dingin, yang diselenggarakan Februari 2022 oleh negara yang dituduh melakukan “genosida” terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang, barat laut Cina.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia menuduh Cina telah menahan setidaknya satu juta Muslim di Xinjiang.

Mengirim perwakilan diplomatik ke Olimpiade akan menandakan bahwa, terlepas dari “pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman di Xinjiang,” Olimpiade itu “bisnis seperti biasa,” kata Psaki.

“Dan kita tidak bisa melakukan itu,” lanjutnya.

Cina sendiri mengancam akan mengambil tindakan untuk membalas jika AS benar-benar memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, melontarkan ancaman ini setelah CNN melaporkan bahwa pemerintahan AS diperkirakan bakal mengumumkan boikot tersebut pada pekan ini.

“Jika AS memaksa untuk tetap pada keputusannya, Cina akan membalas dengan tindakan balasan,” ujar Zhao dalam konferensi pers pada hari ini, Senin (6/12), sebagaimana dilansir Reuters.

Menurut Zhao, boikot tersebut terlalu berlebihan dan harus dihentikan agar tak berdampak pada dialog dan kerja sama antara China dan AS di area-area penting. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us