Damai koyak di bawah kibaran Bintang Kejora

Papua
Ilustrasi bendera Bintang Kejora. Shutterstock

Papua No.1 News Portal | Jubi
Yogyakarta, Jubi - Dalam “Nama Tanpa Pusara, Pusara Tanpa Nama”, laporan pelanggaran HAM di Biak yang disusun lembaga gereja di Papua dan Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Irian Jaya, 10 Juli 1999, disebutkan cukup detail kronologi kejadian peristiwa Biak Berdarah.

Bendera Bintang Kejora diketahui mulai berkibar di atas menara air, dekat pelabuhan Biak pada 2 Juli 1998, sekitar pukul 04.30 WIT. Setelah diberitahu saudaranya, Filep Karma segera menuju lokasi. Di sana dia berbincang-bincang dengan seorang warga kelurahan Waupnor.

Sang Bintang Pagi berkibar dikipas angin laut di ketinggian 35 meter. Warga . . .

Maaf, hanya user terdaftar yang bisa mengakses artikel ini. Silahkan daftarkan diri anda melalui form dibawah ini untuk mengakses artikel.

Terima Kasih.

Register New Account

Loading...
;

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top