Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dampak Covid-19 pada produk kebersihan perempuan

AnneMary Raduva (kanan) dan saudara perempuannya, Faith, dengan ‘dignity kit’ yang berisi produk-produk kebersihan perempuan untuk dibagikan. - The Guardian / Jovesa Naisua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Talei Tora di Suva

Saat AnneMary Raduva, 16, dan saudara perempuannya Faith, 13, pertama kali pergi untuk membeli pembalut setelah pandemi virus corona menyerang mereka di Fiji, mereka lalu menyadari dua hal: opsi yang ada sangat terbatas, dan yang masih ada pun harganya lebih mahal daripada harga normal sebelum pandemi.

Dampak Covid-19 pada produk kebersihan perempuan 1 i Papua

Kawasan Pasifik, yang merupakan rumah bagi beberapa komunitas paling rentan di dunia, telah selamat dari dampak kesehatan terburuk pandemi Covid-19, tetapi mereka tidak luput dari dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian negara-negara.

Hanya ada 18 kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasikan di Fiji (semua pasien pulih, dan tidak ada kematian dilaporkan), tetapi pembatasan perjalanan akibat pandemi ini menyebabkan puluhan ribu orang di seluruh negeri itu telah kehilangan pekerjaan mereka dalam industri pariwisata, sektor yang menyumbang hampir 40% dari total PDB Fiji – sekitar FJ $ 2 Miliar (AU $ 1,4 Miliar) – dan secara langsung dan tidak langsung mempekerjakan lebih dari 150.000 orang.

Karena terbatasnya barang-barang impor dan pendapatan masyarakat menurun, perempuan-perempuan di Fiji telah melaporkan bahwa harga barang-barang kebersihan perempuan naik sebesar FJ $ 0,50 sampai FJ $ 3 per paket, di negara di mana upah minimum adalah $ 2,32 per jam.

“Harga pembalut dari FJ $ 3 hingga $ 7 atau bahkan lebih,” kisah AnneMary. “Untuk satu keluarga yang sudah bersusah payah akibat kesulitan finansial, dolar tambahan itu dapat digunakan untuk membeli roti, mentega, dan sekaleng ikan tuna. Ini adalah realitasnya di Fiji, kita telah melakukan survei keseharian kita sendiri dan telah mewawancarai banyak orang dan tanggapannya sangat mirip: makanan lebih penting daripada pembalut perempuan.”

Loading...
;

Perempuan di wilayah Kepulauan Pasifik menghadapi masalah yang sama dalam hal mengakses produk sanitasi akibat Covid-19.

Sebuah laporan baru-baru ini dari LSM Plan International Australia mengungkapkan terjadinya kelangkaan produk-produk kesehatan perempuan yang genting, naiknya harga pembalut dan tampon, dan terbatasnya akses pada informasi dan layanan dasar tentang bagaimana menjaga kebersihan selama menstruasi, setelah pandemi Covid-19 mulai.

“Karantina wilayah akibat Covid-19 menyebabkan persoalan yang besar bagi orang yang menstruasi. Menstruasi itu tidak berhenti selama pandemi, namun menjaga kebersihan dengan produk-produk yang terbatas membuat keadaan menjadi jauh lebih sulit,” kata Susanne Legena, CEO dari Plan International Australia.

Perempuan dan anak-anak perempuan dari Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu telah melaporkan isu yang sama cukup meluas, dimana 22% responden survei dari Pasifik berkata mereka juga mencermati bahwa harga produk-produk perempuan telah menjadi lebih mahal sejak Covid-19 dimulai.

“Harganya naik 50 sen sejak Covid-19,” tulis seorang partisipan survei. “Saya sendiri tidak ada masalah membeli dengan kenaikan harga itu, tetapi 50 sen itu sangat berarti bagi keluarga-keluarga yang miskin.”

“Kadang-kadang saya tidak bisa membeli produk-produk kebersihan karena uang saya harus digunakan untuk membeli makanan dan membayar tagihan,” tulis peserta lainnya. “Harga produk-produk kebersihan perempuan naik segera setelah ada kasus Covid-19 yang dikonfirmasikan di Fiji.”

Namun menurut AnneMary dan Faith, dilema itu adalah persoalan yang menurut mereka seharusnya tidak perlu diambil oleh perempuan dan anak-anak perempuan. Mereka lalu memulai kampanye kit yang mereka sebut ‘dignity kit’, mendukung sesama perempuan yang terkena dampak krisis ganda, pandemi Covid-19 dan Siklon Tropis Harold yang melanda Fiji pada bulan April.

“Kita tidak menyadari dampak dari kit kita sampai kita mendistribusikan 300 kit pertama ke keluarga dan komunitas yang diserang oleh Siklon Harold dan terkena dampak Covid-19 pada saat yang bersamaan. Tanggapan yang kita terima sangat memuaskan, dan pada saat yang sama, memprihatinkan.

“Perempuan dan anak-anak perempuan tidak bisa mengakses produk-produk sanitasinya karena Siklon Harold, sementara karantina wilayah dan pembatasan jam malam telah menghentikan kargo hingga tidak dapat didistribusikan secara bebas di pulau-pulau terluar,” jelas AnneMary.

Sejak itu, kedua kakak beradik itu berhasil menggalang dana untuk mengemas lebih dari 600 kit, berisikan dua kotak pembalut, sabun mandi, pasta gigi, dan sikat gigi, yang lalu mereka kirimkan ke daerah-daerah yang terkena dampak Harold di negara itu. Kedua perempuan muda itu menggunakan uang saku bulanan mereka sendiri untuk membeli produk-produk yang diperlukan, mereka juga menerima sumbangan dari keluarga dan teman-teman mereka, dan dari Asealeo Care Fiji, perusahan distributor pembalut merek Libra, yang lalu menyumbangkan 42 karton (1008) pembalut untuk kit mereka.

Aktivis feminis, Roshika Deo, mengatakan data yang ada mengenai isu ini, meski belum lengkap, tidak mengejutkan di wilayah di mana masih ada stigma masih umum mengenai menstruasi.

“Kita perlu menghilangkan semua stigma dan rasa malu mengenai menstruasi dan menormalkannya. Menurut saya itu adalah langkah pertama agar kita bisa membawa dampak yang positif atas isu menstruasi dalam kemiskinan atau period poverty,” tegas Deo.

“Ini akan membawa perbedaan besar bagi martabat, kesehatan, dan kesejahteraan perempuan. Kita ingin bisa melalui periode menstruasi kita dengan bermartabat. Kita ingin mengakhiri stigma dan rasa malu yang dikaitkan dengan menstruasi. Itu saja yang kita inginkan!” (The Guardian)

Talei Tora adalah wartawan lepas yang berbasis di Fiji

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top