Dampak kesehatan uji coba nuklir Polinesia Prancis

Dari 1966 hingga 1996, Prancis melakukan 193 uji coba senjata nuklir di pulau-pulau di Polinesia Prancis, termasuk Bora Bora (gambar). - PINA/The Telegraph/MOMENT RF/M SWIET PRODUCTIONS
Dampak kesehatan uji coba nuklir Polinesia Prancis 1 i Papua
Dari 1966 hingga 1996, Prancis melakukan 193 uji coba senjata nuklir di pulau-pulau di Polinesia Prancis, termasuk Bora Bora (gambar). – PINA/The Telegraph/MOMENT RF/M SWIET PRODUCTIONS

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Paris, Jubi – Untuk pertama kalinya Prancis resmi mengakui Polinesia Prancis dipaksa untuk terlibat, dalam hampir 200 uji coba senjata nuklir yang dilakukan selama periode 30 tahun, dan bahwa Prancis bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi kepada mereka, atas dampak kesehatan yang disebabkan oleh kejadian tersebut.

Parlemen Prancis telah mengesahkan RUU yang mereformasi status dari 118 pulau di Pasifik Selatan, dimana para MP menyepakati bahwa perubahan ini akan mempermudah klain penduduk lokal, untuk meminta kompensasi atas penyakit kanker dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh pencemaran radioaktif.

Dari 1966 hingga 1996, Prancis melakukan 193 uji coba senjata nuklir di sekitar pulau-pulau di Polinesia Prancis, termasuk Bora Bora dan Tahit. Foto-foto awan berbentuk jamur di atas Atol Moruroa, satu dari dua atol yang digunakan sebagai lokasi uji coba, bersama dengan Atol Fangataufa, memicu protes internasional.

Charles De Gaulle dan presiden-presiden setelahnya sebelumnya telah berterima kasih kepada Polinesia Prancis, atas peran penting mereka dalam memastikan kejayaan Prancis, dengan mengizinkan Prancis untuk melaksanakan uji coba tersebut.

Namun dalam RUU parlemen terbaru ini, Prancis mengakui bahwa pulau-pulau itu diharuskan – singkatnya, dipaksa – untuk memberikan izin uji coba senjata nuklir. RUU itu juga memberikan mandat kepada Prancis, untuk terus menjaga dan mengawasi situs yang bersangkutan.

Patrice Bouveret dari Observatoire des armements atau Armaments Observatory, organisasi independen yang bekerja untuk menilai dampak pengujian nuklir Prancis di kawasan Polinesia sejak 1984, menyambut baik reformasi tersebut.

Loading...
;

“RUU ini mengakui fakta bahwa kesehatan masyarakat setempat bisa dipengaruhi oleh uji coba itu, dan dengan demikian juga mengakui tanggung jawab negara Prancis dalam memberikan kompensasi kepada mereka atas kerugian tersebut. Sampai saat ini, wacana yang dipegang Prancis adalah bahwa semua uji coba itu ‘bersih’- itu adalah kata yang digunakan – dan bahwa mereka telah mengambil semua tindakan pencegahan untuk staf dan penduduk setempat.”

Namun, ia juga menyayangkan karena diperlukan 23 tahun bagi Prancis untuk secara resmi mengakui tanggung jawabnya, dan menambahkan bahwa dampak dari uji coba terhadap generasi mendatang tidak ada dalam hukum baru tersebut. (PINA/The Telegraph/co.uk)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top