Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dampak pandemi Covid-19, pendakwah gunakan Medsos

Ilustrasi, pixabay.com
Dampak pandemi Covid-19, pendakwah gunakan Medsos 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Langkah itu dilakukan setelah social distancing dan physical distancing diberlakukan, tak jarang para pendakwah membatalkan seluruh jadwal tausiyah agama secara tatap muka.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi – Sejumlah ustadz dan kiai di Tanjungpinang, Kepulauan Riau menggunakan media dakwah dengan media sosial sejak terjadi pandemi Covid-19.  Langkah itu dilakukan setelah social distancing dan physical distancing diberlakukan, tak jarang para pendakwah membatalkan seluruh jadwal tausiyah agama secara tatap muka.

Dampak pandemi Covid-19, pendakwah gunakan Medsos 2 i Papua

“Ratusan jadwal tausiyah agama sejak Isra Mi’raj dan Ramadhan terpaksa batal. Belum termasuk jadwal pengajian dan mengisi ceramah di radio,” kata seorang pendakwah Ustadz Dedy Sanjaya asla Tanjung Pinang, Rabu, (29/4/2020).

Baca juga : Kapitalisasi medsos sebagai strategi politik menjelang pilkada dan pilkades

Lindungi dirimu dalam bermedsos

Media cetak terkadang kurang cepat dari Medsos, tapi…

Loading...
;

Penggunaan media sosial sebagai jawaban, Ude, sapaan akrabnya, agar tetap semangat menyiarkan agama Islam yang tidak pernah surut. Menurut dia, dakwah yang dilakukan memanfaatkan media sosial seperti youtube dan facebook. Langkah itu juga dilakukan bersama rekan-rekan sejawat semasa di pondok pesantren juga melakukan pengajian secara daring selama bulan puasa.

“Intinya, sama-sama dakwah, cuma metodologinya saja yang berbeda,” ujar Ude.

Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tanjungpinang itu mengajak warga mengikuti siaran dakwahnya melalui laman youtube “Ude Official”. Sedangkan kajian fiqih dan hadist melalui live streaming di facebook pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu usai tarawih atau pukul 20.30 WIB.

“Masyarakat juga bisa bertanya seputar agama Islam melalui youtube dan facebook. Insya Allah, akan saya jawab semampunya,” katanya.

Pendakwah lain, Kiai Muhammad Munirul Ikhwan mengakui hal yang sama. Ia bersama para kiai lainnya turut menggelar mimbar Ramadhan kajian kitab online live facebook, pada Senin hingga Jumat pukul 13.00 WIB. Dakwah lewat media sosial itu  ia namakan “Ayo Ngaji” buah dari kerja sama Masjid Raya Nur Illahi Provinsi Kepri dengan PCNU Kota Tanjungpinang.

“Ayo Ngaji adalah sarana dakwah mengajak masyarakat melakukan amal kebaikan di tengah momentum Ramadhan. Di samping, antisipasi menghadapi situasi COVID-19 ,” ujar Kiai Ikhwan. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top