Dana BOS masuk rekening pribadi, Bupati Jayawijaya minta penegak hukum turun tangan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo akan meminta kepolisian dan kejaksaan untuk menyelidiki penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) apabila pengelola dana yang terdiri dari 20 sekolah itu tidak melaporkan pertanggungjawabannya. Penyerahan laporan paling lambat pada Kamis, 23 Maret 2017.

“Saya akan minta bantuan penegak hukum untuk lakukan penyidikan karena dana yang dikelola itu dana publik, bukan dana pribadi," kata Wempi saat membuka Musrembang di Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (24/3/2017). Dari 20 sekolah itu, terdiri dari 14 SD dan 6 SMP.

Kata bupati, beberapa sekolah telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban dana BOS, di mana dana yang dikucurkan ke sekolah-sekolah besarannya mencapai Rp17 miliar.

Ia juga menjelaskan, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS dapat mempengaruhi laporan penggunaan anggaran pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

"Kalau laporan ini tidak masuk, kita bisa turun dari WTP menjadi disclaimer dan laporan kepada BPK paling lambat tanggal 25 Maret 2017 sudah harus diserahkan," katanya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba saat dikonfmasi menegaskan siap untuk menyelidiki sesuai dengan arahan Bupati, di mana memang kepolisian juga telah mendapatkan cukup banyak laporan terhadap penggunaan dana BOS ini.

Loading...
;

“Intinya kami siap karena itu permintaan Bupati. Langkah awal kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jayawijaya, untuk melihat sejauh mana penyaluran dan penggunaan dana BOS ini di setiap sekolah,” kata Kapolres. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top