Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dana BOS terhambat berdampak pada UNBK

Ilustrasi, siswa di Papua sedang mengikuti ujian nasional – Jubi/Dok
Dana BOS terhambat berdampak pada UNBK 1 i Papua
Ilustrasi Ujian Nasional – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

 Timika, Jubi – Komisi V DPRD Provinsi Papua melakukan kunjungan kerja ke Mimika guna memantau persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA yang akan digelar mulai Senin (1/4/2019) hingga Senin (8/4/2019).

Staf ahli Komisi V DPRD Papua DR Ave Lefaan, mengatakan mutasi atau peralihan sekolah-sekolah SMA-SMK dari pemkab/pemkot ke pemprov sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 khusus di Papua hingga kini masih menemui banyak hambatan.

Dana BOS terhambat berdampak pada UNBK 2 i Papua

Kondisi itu, ditengarai juga ikut mempengaruhi kesiapan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan UNBK.

“Dengan pemindahan dan peralihan status guru-guru dan sekolah-sekolah SMA-SMK dari kabupaten/kota menjadi tanggung jawab provinsi, kami di Papua membutuhkan waktu pembenahan total satu hingga dua tahun ke depan karena ada begitu banyak permasalahan yang dihadapi mulai dari registrasi guru, sekolah, siswa, mekanisme penyaluran dana BOS, pembayaran hak-hak guru dan lainnya,” kata Ave.

Ave berharap apapun persoalan yang dihadapi dalam proses mutasi SMA-SMK dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi Papua tidak sampai mengorbankan para guru dan siswa.

“Persoalan yang ada harus segera diselesaikan apalagi sekarang ini sekolah-sekolah tengah menyelenggarakan UNBK. Bagaimana mungkin sekolah-sekolah bisa menyelenggarakan UNBK kalau tidak ada dana BOS. Harus ada dana untuk mendukung penyelenggaraan ujian nasional apakah itu untuk membeli peralatan komputer atau membangun fasilitas jaringan internet,” ujarnya.

Loading...
;

Menurutnya, Komisi V DPRD Papua turun ke setiap kabupaten/kota guna mencari tahu apa permasalahan yang dihadapi di sekolah-sekolah, tambahnya. DPRD Papua, katanya, juga terus mendorong Dinas Pendidikan setempat untuk memutus mata rantai birokrasi penyaluran dana BOS yang terlalu panjang, yaitu mulai dari Kementerian Pendidikan kemudian ditransfer ke rekening Disdik Papua dan selanjutnya baru ditransfer lagi ke rekening sekolah SMA-SMK di setiap kabupaten/kota.

“Mekanisme penyaluran dana BOS ini harus dipercepat dan perlu ditata kembali. Bagaimana mungkin dana itu harus singgah di provinsi baru disalurkan ke rekening sekolah di kabupaten/kota. Lantas bagaimana dengan sekolah-sekolah di pedalaman yang tidak ada bank di situ. Darimana mereka bisa mengambil uang untuk mempersiapkan ujian, membayar gaji guru honor dan kebutuhan operasional sekolah yang lain,” kata Ave.

Saat ini terdapat lebih dari 7.000 guru ASN dan sekitar 3.000-an guru honor pindahan dari kabupaten/kota yang harus ditanggung seluruh hak-haknya oleh Pemprov Papua.

Sementara data guru SMA-SMK pada tiga kabupaten lainnya hingga kini belum bisa teridentifikasi oleh Disdik Papua. Menurut Ave, pembayaran hak guru mencakup gaji dan tunjangan tetap, Uang Lauk Pauk (ULP), Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) dan lainnya tidak boleh menggunakan dana dari sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) mengingat dana Otsus hanya bisa terbatas digunakan untuk kepentingan orang asli Papua.

Sementara, Pengawas sekolah SMA di Mimika, Laurents Lassol mengatakan meskipun proses pembayaran hak-hak para guru SMA-SMK di Mimika terutama ULP dan TPP sejak 2018 hingga kini belum terealisasi, namun hal itu tidak sampai mempengaruhi persiapan penyelenggaraan UNBK tingkat SMK dan SMA setempat.

“UNBK dan UNKP tingkat SMK di Mimika sudah berlangsung lancar dan aman tanpa ada halangan. Kami berharap pelaksanaan UNBK tingkat SMA yang akan berlangsung pekan depan juga tidak menemui hambatan,” jelasnya.

Tahun ini terdapat 24 SMK di Mimika yang menggelar Ujian Nasional dengan jumlah peserta sebanyak 1.478 siswa. Dari 24 SMK di Mimika, 20 sekolah menggelar UNBK sementara empat sekolah masih menyelenggarakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Adapun UN tingkat SMA diikuti 19 sekolah dengan jumlah peserta 1.201 siswa. Sebanyak 12 SMA di Mimika menyelenggarakan UNBK dan sisanya tujuh sekolah masih melaksanakan UNKP.  (*)

Editor : Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top