Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dana Desa harus dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kampung

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo menghadiri Rapat Percepatan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa dalam Menopang Ketahanan Sosial Ekonomi Masyarakat yang berlangsung di Jayapura, Selasa (25/2/2020). – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo meminta kampung di Papua memanfaatkan Dana Desa 2020 secara baik guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Hal itu disampaikan Eko dalam Rapat Percepatan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa dalam Menopang Ketahanan Sosial Ekonomi Masyarakat yang berlangsung di Jayapura, Selasa (25/2/2020).

Eko menyatakan Dana Desa difokuskan untuk program Padat Karya Tunai Desa (PTKD), penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa, dan penguatan ekonomi desa. Selain itu, Dana Desa juga diperuntukkan untuk mempercepat penyediaan infrastruktur desa.

“Total jumlah Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp72 triliun. Tahun ini, pelaksanaan program dana desa harus dilakukan melalui padat karya tunai. Prioritas penggunaan Dana Desa adalah untuk pemberdayaan sumber Daya Manusia dan pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Eko menyebut perlambatan ekonomi global karena terdampak virus corona dapat diatasi jika pertahanan ekonomi di level kampung dan distrik bagus. Jika dimanfaatkan dengan tepat, Dana Desa dapat menjaga perputaran ekonomi di kampung, antara lain dengan program padat karya.

“Tetapi penyerapan harus cepat, dan peredaran uang juga harus bagus. Namun akuntabilitas dalam pengelolaannya tetap harus hati-hati, [harus sesuai] dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Kementerian Keuangan telah mengumumkan besaran kucuran Dana Desa yang akan diterima setiap kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Papua. Besaran kucuran Dana Desa 2020 bagi setiap kabupaten/kota di Papua adalah:

Loading...
;
  • Kabupaten Biak Numfor, Rp209.683.456 miliar;
  • Kabupaten Jayapura, Rp134.025.765 miliar;
  • Kabupaten Jayawijaya, Rp285.538.415 miliar;
  • Kota Jayapura, Rp26.551.124 miliar;
  • Kabupaten Merauke, Rp228.072.859 miliar;
  • Kabupaten Mimika, Rp150.217.070 miliar;
  • Kabupaten Nabire, Rp95.104.418 miliar;
  • Kabupaten Paniai, Rp201.535.020 miliar;
  • Kabupaten Puncak Jaya, Rp294.087.423 miliar;
  • Kabupaten Yapen, Rp140.449.475 miliar;
  • Kabupaten Sarmi, Rp106.976.611 miliar;
  • Kabupaten Keerom, Rp99.458.668 miliar;
  • Kabupaten Yahukimo, Rp414.657.658 miliar;
  • Kabupaten Pegunungan Bintang, Rp265.578.670 miliar;
  • Kabupaten Tolikara, Rp428.173.465;
  • Kabupaten Boven Digoel, Rp145.035.614 miliar;
  • Kabupaten Mappi, Rp190.126.415 miliar;
  • Kabupaten Asmat, Rp252.162.267 miliar;
  • Kabupaten Waropen, Rp105.325.071 miliar;
  • Kabupaten Supiori, Rp43.757.785 miliar;
  • Kabupaten Mamberamo Raya, Rp108.191.012 miliar;
  • Kabupaten Mamberamo Tengah, 94.755.823 miliar;
  • Kabupaten Yalimo, Rp249.870.296 miliar;
  • Kabupaten Lanny Jaya, Rp349.888.263;
  • Kabupaten Nduga, Rp219.137.399 miliar;
  • Kabupaten Dogiyai, Rp116.909.185 miliar;
  • Kabupaten Puncak, Rp215.637.852 miliar;
  • Kabupaten Intan Jaya, Rp143.525.802 miliar;
  • Kabupaten Deiyai, Rp94.432.471 miliar. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top