Dana KPS minim jadi persoalan rumah sakit mitra

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Penggunaan dana Kartu Papua Sehat (KPS) dan KPS untuk orang Papua belum maksimal. Ini ditemukan dari survei tim Unit Percepatan Pembangunann (UP2KP) di RSUD Dok II dan RS Bayangkara, Kotaraja.

Kendala utama pada kedua rumah sakit mitra tersebut adalah soal indentitas pasien Papua yang datang berobat, karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dokter Hen Budiono, petugas RS Bhayangkara Jayapura mengatakan, banyak pasien orang Asli Papua yang datang berobat tidak memiliki KPS maupun KTP.

Kami tetap melayani”, namun terbentur dengan kuota KPS yang terbatas,” katanya.

Kuota KPS di RS Bhayangkara, jelasnya, adalah Rp1,5 miliar yang dialokasikan pada 2015. Itu masih kecil disbanding orang Asli Papua yang datang berobat.

"Ketika kami menagih atau klaim, katanya, sudah melebihi kuota yang ditentukan, akhirnya kami harus nombok kurang lebih Rp 400 juta tahun lalu, kami tidak mau terjadi lagi di tahun ini, kuota kita terlalu kecil, kendala jika tiba-tiba pasien meningkat,” ujarnya.

Loading...
;

Pamin Yanmed RS Bhayangkara, Nur Meyni mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya pasien karena banyak pasien kategori sakit ringan tidak berobat ke puskesmas, tapi langsung ke RS.

“Seperti pilek dan batuk, mestinya yang berobat ke rumah sakit yang sudah dirujuk, tentu kami tidak bisa menolak pasien,” katanya.

Untuk itu ia berharap masyarakat yang mempunyai penyakit ringan ada baiknya ke puskesmas terlebih dulu sebelum ke rumah sakit.

“Yang sakit berat juga harus melalui puskesmas, namun kalau sakit beratnya butuh penanganan yang cepat memang langsung ke rumah sakit,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top