Follow our news chanel

Dana PON dan pembangunan gedung negara dipertanyakan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas mempertanyakan berapa besar penggunaan dana yang digelontokan pemerintah provinsi untuk kontingen Papua di PON XIX, Jawa Barat, tahun lalu.

Ia menilai dana itu perlu ditelusuri. Diaudit. Dengan begitu akan diketahui kemana aliran dana senilai Rp270 miliar tersebut. Apalagi hingga kini masih banyak keluhan dari para atlet. Apa yang diberikan tak sesuai yang dijanjikan Gubernur Papua kepada para atlet dan pelatih sebelum PON.

"Kami minta dana di Jawa Barat diaudit khusus. Saya yakin dana sebesar itu tidak mungkin bisa terserap habis dalam membiayai prestasi yang diperoleh Papua di PON Jabar lalu," kata Mandenas pekan lalu.

Salah satu yang bisa dijadikan tolok ukur penggunaan dana itu adalah prestasi kontingen Papua di PON Jabar. Perolehan medali emas dianggap tak sesuai target.

"Perolehan medali emas, perak dan perunggu kita bisa ukur. Dikalikan dengan anggaran yang ada berarti. Berapa jumlah anggaran yang terpakai. Sisa dari itu dikemanakan dan dipakai untuk apa," ujarnya.

Selain dana PON XIX, Mandenas juga mempertanyakan sumber anggaran pembangunan gedung negara. Sebagai anggota Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur, ia menyatakan tidak tahu dari mana sumber anggaran itu dan berapa nilainya.

Loading...
;

"Gedung itu bisa jadi besi tua kalau tidak cepat diselesaikan pengerjaannya. Kadang-kadang kita harus mengkritisi dengan cara yang sedikit keras. Kalau cara halus kadang-kadang tidak dipedulikan," katanya.

Sementara salah satu mantan atlet Papua, Jack Kamasan Komboy mengatakan, pasca PON Jawa Barat, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Mestinya dengan gelontoran dana yang nominalnya ratusan miliar, Papua masuk lima besar PON XIX Jabar.

"Terimakasih karena atlet sudah berjuang maksimal. Tapi mestinya dengan dana senilai itu, prestasi Papua bisa lebih baik. Provinsi lain semisal Yogyakarta, hanya menyiapkan anggaran Rp40-50 miliar, tapi peringkatnya diatas Papua," kata Jack kepada Jubi belum lama ini. (*) 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top