Follow our news chanel

Dapat undangan memilih, anak 9 tahun ini datang ke TPS dan ingin mencoblos

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Seorang anak kelas III SD YPK Sion Padang Bulan bernama Vladmir D. H Rumainum yang lahir  30 September 2007, berdomisili di Padang Bulan, Kelurahan Hedam, Distrik Heram, RT 1 RW 2 tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Di DPT Vladimir tercatat sebagai pemilih dengan nomor urut 33. Dalam DPT dituliskan umurnya 18 tahun dengan tanggal lahir 30 September 1998.  Sedangkan ibu kandung Vladimir, Jois, mengatakan Vladimir lahir pada 30 September 2007.

"Nama saya terdaftar di DPT. Saya dapat undangan kemarin mereka antar ke rumah," kata Vladimir, kepada Jubi di tempat pemilihan, Rabu, (15/2/2017).

Ketika Vladimir hendak mencoblos, surat suaranya ditahan oleh petugas di TPS 5, Kelurahan Hedam dengan alasan anak dibawah umur tidak bisa memilih. Setelah koordinasi dilakukan antara Panwas Distrik Heram Dengan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), insiden ini disepakati sebagai catatan pelanggaran.

Warga sekitar mengatakan, Vladimir mempunyai undangan dan hak memilih sesuai undang-undang, oleh karena itu dia berhak mendapatkan kesempatan menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu Anggota KPPS Kelurahan Hedam distrik Heram  TPS 05, Corneles Yom mengatakan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan kelurahan dan Ketua KPPS setempat, mereka sepakat untuk membatalkan undangan yang dimilili Vladimir.

Loading...
;

"Apabila kita suruh anak ini memilih maka kita akan disalahkan karena melanggar undang undang yang mengatakan anak dibawah umur tidak disertakan dalam proses demokrasi, kata Corneles.    

Ketua Badan pengawas Pemilu Papua (Bawaslu Papua) Pegi Watimena, setelah mendapat laporan, mendatangi langsung TPS 05 Kelurahan Hedam untuk menemui Vladimir serta petugas TPS dan warga sekitar.  

"Kesalahan ini akan masuk dalam temuan untuk Bawaslu Provinsi Papua," kata Pegi Watimena.  

Watimena mengatakan, apabila Vladimir melakukan pencoblosan barulah dapat dikatakan sebagai pelanggaran. Karena Vladimir tidak diijinkan melakukan pencoblosan,  maka tidak ada pelanggaran.

"C6 milik Vladimir sudah diamankan oleh petugas KPPS," jelas Pegi. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top