HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Darah ini lebih takut DBD dibanding virus corona

Ilustrasi, pixabay.com
Darah ini lebih takut DBD dibanding virus corona 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Sepanjang Januari 2020 ini saja tercatat sudah ada sekitar 70 kasus DBD yang tersebar di tujuh kabupaten kota se Kepri

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan penyakit demam berdarah dengue atau DBD lebih menakutkan dibanding isu virus corona yang belakangan menggegerkan dunia.

Darah ini lebih takut DBD dibanding virus corona 2 i Papua

“Saya lebih takut DBD dibanding corona, karena DBD ada di depan mata kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, Selasa, (28/1/2020).

Baca juga : Pemkab Lembata tetapkan KLB DBD

Penyebaran DBD semakin ancam warga Palangka Raya

DBD di daerah ini mencapai 692 kasus

Ia menyebutkan, sepanjang Januari 2020 ini saja tercatat sudah ada sekitar 70 kasus DBD yang tersebar di tujuh kabupaten kota se Kepri. Meskipun belum sampai menimbulkan korban jiwa, namun angka ini cukup tinggi dan mengkhawatirkan bagi pemerintah daerah.

“Dari tahun ke tahun kasus DBD Kepri terus bertambah, perlu atensi khusus dari pemerintah maupun masyarakat,” kata Tjetjep menambahkan.

Menurut Tjetjep selama periode 2019 kemarin terdapat sekitar 800 kasus DBD, 80 kasus di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia. Jumlah itu naik signifikan jika dibanding tahun 2018 yang mencapai 500 kasus DBD.

Tingginya kasus DBD karena masih banyak masyarakat yang lalai melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Padahal sarang nyamuk itu ada di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, pendingin, kaleng, ban bekas, serta sampah plastik yang ada di halaman depan rumah,” kata Tjetjep menjelaskan.

Ia meminta sarang-sarang nyamuk tersebut diberantas rutin sepekan sekali, sebab siklus pertumbuhan dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa itu memerlukan waktu sekitar tujuh hari.

“Menguras, menutup, dan mengubur (3M) adalah langkah utama membasmi jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Tercatat Pemprov Kepri juga aktif melakukan upaya sosialisasi dan fogging atau pengasapan  guna meminimalisir persebaran nyamuk. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top