Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dari jalan salib di Larantuka, pertunjukan Garin Nugroho berkeliling dunia

Foto ilustrasi, prosesi jalan salib di Larantuka. – youtube.com/Komsos Keuskupan Larantuka

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jumat  – Garin Nugroho akan membawa karya pertunjukan terbarunya, “Planet Sebuah Lament” berkeliling ke Melbourne di Australia, Dusseldorf di Jerman dan Amsterdam di Belanda. Pertunjukan itu menggabungkan teater, film, tari, dan lagu yang mengusung perpaduan budaya dari Indonesia Timur, termasuk mengambil referensi tablo jalan salib di Larantuka, Flores Timur.

Garin Nugroho menyatakan pementasan “Planet Sebuah Lament” akan menjadi karya pembuka dalam festival Asia-Pacific Triennial of Performing Arts (ASIA TOPA) di di Melbourne, Australia. Festival ASIA TOPA akan digelar pada Februari 2020 mendatang.

Karya terbaru Garin itu merupakan hasil tim kerja berbagai negara, dan disusun oleh Arts Centre Melbourne untuk ASIA TOPA 2020. Garin Nugroho mengambil referensi tablo jalan salib yang ada di Larantuka, Flores Timur. Tiap babak dinarasikan melalui paduan suara dan lagu-lagu ratapan pada transisinya.

“Di ASIA TOPA Melbourne, [pementasan ‘Planet Sebuah Lament’ akan menarik, karena] fasilitas teknis [panggung dan pertunjukan di sana] lebih lengkap. Contohnya plastik, akan kita pakai yang [lebih] bagus daripada [yang dipakai dalam pementasan di sini,” kata Garin seusai pementasan karya terbarunya itu di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menurut Garin, fasilitas artistik panggung pertunjukan di luar negeri lebih bagus, karena tempat pertunjukan memenuhi syarat teknis pertunjukan. Gedung pertunjukan di luar negeri dirancang secara khusus untuk menjadi panggung pertunjukan, sehingga seluruh aspek teknis pertunjukan menjadi penentu bagaimana gedung pertunjukan dirancang dan dibangun.

Akan tetapi, Garin menyebut pertunjukan isi, koreografi, dan tarian dalam pertunjukan “Planet Sebuah Lament” di berbagai negara akan sama dengan pementasan di Jakarta. Demikian pula dengan kostum yang dikenakan para penampil.

Loading...
;

“Dari segi konten, koreografi dan dance itu sama saja. Kita sengaja gunakan elemen hidup sehari-hari. Kita gunakan baju bekas dari NTT, ada sembilan karung dibawa ke sini dan seluruh dunia,” ujar Garin.

Para pecinta seni di Indonesia berkesempatan untuk terlebih dahulu menonton karya terbaru Garin itu. “Planet Sebuah Lament” akan dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada Jumat (17/1/2020) dan Sabtu pekan ini.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top