Follow our news chanel

DAS minta sampah sisa bencana di Danau Sentani dibersihkan

Sampah-sampah dan ranting pohon yang terbawa banjir bandang ke Danau Sentani - Jubi/Engel Wally
DAS minta sampah sisa bencana di Danau Sentani dibersihkan 1 i Papua
Sampah-sampah dan ranting pohon yang terbawa banjir bandang ke Danau Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Demas Tokoro, minta sampah-sampah sisa banjir bandang Maret lalu yang terbawa arus sungai dan bermuara di Danau Sentani, agar segera dibersihkan.

Menurutnya, sampah yang terdiri dari bongkahan kayu tua, batang-bantang pohon, serta ranting-ranting pohon yang mengapung dan tertanam di dasar danau serta muncul di permukaan air Danau Sentani sangat membahayakan pengguna jasa angkutan transportasi danau yang setiap hari mengantar dan menjemput penumpang dari kampung-kampung menuju dermaga Yahim dan sebaliknya.

“Apalagi pada waktu malam hari, tentu membahayakan nyawa orang atau penumpang yang ikut serta dalam speedboat yang mereka tumpangi,” kata Demas Tokoro, di Sentani, Rabu (24/7/2019).

Dikatakan, pohon dengan akar-akar, cabang, dan rantingnya, sedang bertanya kapan kami harus naik ke darat ? Kalau kami di air pasti menciptakan masalah bagi masyarakat yang memanfaatkan danau ini.

Jhonson malam lewat di sekitar kayu pasti wayarnya hantam dahan pohon bisa rusak bagian wayar atau mesinnya bisa terlepas dari perahu. Bahkan speedboat bisa picah akibat menabrak bongkahan kayu-kayu tersebut, masyarakat yang mata pencahariannya di danau, dengan menjaring ikan pasti terganggu dan rugi karena alat pencari ikan harus robek akibat terkait di dahan atau ranting-ranting yang mengapung,” katanya.

Dari peristiwa besar ini, kata Tokoro, ketika sampah-sampah tersebut tidak dibersihkan maka diprediksi dalam waktu dua tahun daerah tesebut akan menjadi daratan.

Loading...
;

“Itu berarti luasan Danau Sentani mulai berkurang dan terjadi kedangkalan, bahkan 100 tahun yang akan datang Danau Sentani menjadi daratan yang luas. Oleh sebab itu, saya sarankan pemerintah daerah dan pemerintah kampung setempat untuk segera mengalokasikan anggaran untuk selanjutnya melibatkan masyarakat untuk bekerja membersihkan sampah-sampah itu,” ujar Demas Tokoro, yang juga sebagai anggota MRP dari Pokja Adat.

Sementara itu, Yeheskiel, seorang motoris di Danau Sentani yang setiap hari antar jemput penumpang dari kampung menuju Dermaga Yahim dan sebaliknya, mengatakan kondisi yang terjadi saat ini di sekitar areal Dermaga Yahim mulai terjadi pendangkalan.

“Bukan hanya pasir tetapi juga sampah-sampah dari perkotaan yang mengikuti arus aliran sungai dan bermuara di danau ini. Seratus meter dari dermaga sudah ada daratan yag menjorok ke tengah danau, padahal lima tahun lalu daerah tersebut masih dalam dan menjadi tempat penangkaran dan keramba ikan oleh masyarakat setempat,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top