Follow our news chanel

DAS Sentani gelar sidang pemurnian hak ulayat

Ketua DAS Sentani, Demas Tokoro, saat menyerahkan dokumen kepemilkan hak ulayat kepada Marthina Wally - Jubi/Engel Wally
DAS Sentani gelar sidang pemurnian hak ulayat 1 i Papua
Ketua DAS Sentani, Demas Tokoro, saat menyerahkan dokumen kepemilkan hak ulayat kepada Marthina Wally – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Dewan Adat Suku (DAS) Sentani menggelar sidang pemurniaan kepemilikan hak ulayat atas tanah seluas 33,3 hektar yang terletak di Jalan Raya Kemiri–Sentani, Keluarahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dimana lahan tersebut, seluas 7hektar akan digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membangun perumahan bagi warga Kemiri yang terdampak bencana banjir bandang pada Maret lalu.

Sidang pemurnian hak ulayat ini dilaksanakan di Helebhey Obhe (pendopo Theys Eluay) Sentani, Rabu (24/7/2019) siang, yang hadiri sejumlah pihak yang memiliki batasan tanah dengan tanah yang disidangkan.

Ketua DAS Sentani, Demas Tokoro, mengatakan dalam sidang pemurnian hak ulayat kali ini tidak membicarakan sejumlah dokumen sertifikat yang telah diserahkan kepada DAS beberapa waktu lalu, tetapi membicarakan siapa sebenarnya pemilik hak ulayat sesungguhnya, secara garis turun temurun yang telah diberikan kuasa dan tanggung jawab terhadap lahan tanah tersebut.

“Tanah adat ini bernama ponggeyum narombe, karena di seluruh Sentani tidak ada tanah yang tidak memiliki nama. Tanah ini sejak awal dimiliki oleh Suku Rukhu Wabouw dalam hal ini Ibu Marthina Wally yang mendapat kuasa dari kedua putra saudara kandungnya yakni  Alm. Matheys Wally dan Alm. Frits Wally ,” jelas Demas Tokoro, usai memimpin sidang.

Demas juga mengatakan dari kronologis kepemilikan hak ulayat ini, Alm. Markus Ngundu Wally sebagai Kepala Suku Rukhu Wabouw yang adalah orang tua kandung dari Alm. Matheys Wally, Alm. Frits Wally, dan Marthina Wally.

Loading...
;

Setelah meninggal dunia, pengelola hak ulayat dan jabatan sementara diberikan kepada Abraham Kallem/Felle. Karena anak-anak kepala suku masih belum berusia dewasa.

Setelah tumbuh dewasa dan dinilai cakap secara adat, kata Tokoro, ada sebuah prosesi penyerahan hak ulat kembali dari penjabat sementara kepada Alm. Matheys Wally sebagai Kepala Suku Rukhu Wabouw menggantikan mendiang ayahnya.

“Prosesi penyerahan kembali jabatan adat ini dilaksanakan pada 14 November 1985 yang turut disaksikan sekaligus menandatangani berita acara tersebut yakni Alm. Oktovianus Pangkali (Onddofolo Rembu), Alm. Yahya Felle (Ondofolo Niho), Alm. Decky Felle (Ondofolo Relau), dan Alm. Paulus Felle (Koselo Yahim), serta diketahui oleh kepala Kelurahan Dobonsolo pada waktu itu, Alm. Decky Felle,” ungkapnya.

Tanah yang menjadi persoalan saat ini oleh pihak lain misalnya Bapak Ramses Felle, kata Demas Tokoro, tidak sesuai dengan nama tanah adat dan kepemilikan berdasarkan suku.

“Jadi tanah ponggeyum narombe berada di bagian bawah dan dekat dengan jalan raya, sementara yang diributkan masih berada di bagian atas dekat dengan kaki gunung. Oleh sebab itu dengan sangat jelas bahwa tanah ini adalah milik Ibu Marthina Wally. Sebagai pemimpin adat saya sangat berharap agar setiap kepala suku, ondofolo, atau ondoafi memiliki tanggung jawab dan dapat berpean secara jujur, adil, dan benar terhadap kepemilikan tanah di Sentani,” ujarnya.

Sementara itu, Mrthina Wally sebagai pemilik hak ulayat, mengaku tanah tersebut memang sudah menjadi milik suku Rukhu Wabouw sejak dahulu kala.

Kepemilikan hak ulayat ini, kata Marthina Wally, diberikan kepada orangtuanya secara turun temurun kepada empat bersaudara, dua perempuan dan dua laki-laki.

“Tiga saudara kandung saya sudah meninggal dan tersisa saya sendiri yang bersama anak-anak dan cucu mempertahankan apa yang menjadi hak ulayat kami,” katanya.

“Dalam dokumen kepemilikan hak ulayat atau sertfikat tanah, sangat jelas dituliskan di sana bahwa tanah ini bagian barat berbatasan dengan tanah milik Decky Felle, sebelah timur dengan Oktovianus Pangkali, sebelah utara dengan Penehas Felle, dan sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya. Semua pihak ini telah menandatangani sertifikat tanah kami,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top