Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

DAS Sentani pertanyakan pemotongan Dana Kampung untuk urusan Covid-19

Demas Tokoro saat saat mengikuti sidang Majelis Rakyat Papua beberapa waktu lalu. - Jubi/Mawel
DAS Sentani pertanyakan pemotongan Dana Kampung untuk urusan Covid-19 1 i Papua
Demas Tokoro saat saat mengikuti sidang Majelis Rakyat Papua beberapa waktu lalu. – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Otoritas Dewan Adat Suku atau DAS Sentani mempertanyakan pemotongan kucuran Dana Kampung bagi 139 kampung di Kabupaten Jayapura. Dengan alasan untuk menangani pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jayapura memotong kucuran Dana Kampung yang seharusnya senilai Rp100 juta per kampung.

Ketua DAS Sentani, Demas Tokoro mempertanyakan pemotongan kucuran Dana Kampung itu. “Dalam rangka pencegahan Covid, dari Rp100 juta yang ditetapkan, dipotong Rp46 juta untuk dikelola Tim Gugus Tugas Covid-19 yang dibentuk Bupati Jayapura. Gugus Tugas itu di mana daerah tugasnya? Apa yang dikerjakan, atau pekerjaan apa yang sulit?” tanya Tokoro di Kota Jayapura, Selasa (28/4/2020).

DAS Sentani pertanyakan pemotongan Dana Kampung untuk urusan Covid-19 2 i Papua

Ketua Kelompok Kerja Adat Majelis Rakyat Papua itu menyatakan pekerjaan kecil seperti sosialisasi seharusnya dapat dikerjakan pemerintah kampung, sehingga Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak perlu memotong Dana Kampung. Pemerintah kampung bisa menugaskan mahasiswa dan pemuda untuk melakukan sosialisasi di setiap kampung, sehingga Gugus Tugas Covid-19 tidak perlu turun ke kampung.

“Kerja barang ini sederhana, supaya mereka bisa ada pendapatan. Banyak pemuda yang tidak ada kerja, pemerintah kampung bisa percayakan mereka kerja. Apakah maunya pemerintah saja yang kerja? Kalau pemerintah yang mau kerja, jangan ambil uangnya rakyat,” ujar Tokoro.

Ia menyatakan sudah berulang kali Pemerintah Kabupaten Jayapura memotong kucuran Dana Kampung. Tokoro menyatakan pemotongan itu lucu, mengingat besaran alokasi Dana Kampung senilai Rp100 juta per kampung itu ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura.

Demas Tokoro mencontohkan, menjelang Festival Danau Sentani, kucuran Dana Kampung dipotong Rp 10 juta per kampung. Menyambut Hari Kebangkitan Adat, kucuran Dana Kampung dipotong Rp 10 jut per kampung. Kebijakan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw untuk memetakan wilayah adat setiap kampung juga dibiayai dengan potongan kucuran Dana Kampung senilai Rp 50 juta per kampung.

Loading...
;

Tokoro menyatakan masyarakat di kampung telah mengeluhkan potongan kucuran Dana Kampung yang terjadi setiap tahun itu. Menurutnya, warga kecewa karena pemotongan itu membuat kesepakatan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kampung tidak bisa dijalankan. Tokoro menegaskan pemotongan itu menunjukkan Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak serius membangun kampung.

“Kalau Dana Kampung terpotong, berarti sebagian kebutuhan masyarakat pasti tidak terjawab. Program yang ditetapkan dalam Musrenbang Kampung tidak dilaksanakan. Sikap pemerintah [itu] membodohi rakyat, dan [menunjukkan] pemerintah tidak serius membangun rakyat di kampung kata Tokoro.

Tokoro bahkan mempertanyakan keabsahan pemotongan Dana Kampung untuk membiayai kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura itu. Ia menilai hal itu justru menghalang-halangi pembangunan Kabupaten Jayapura.

“Sikap pemerintah ‘potong dulu, nanti dasar hukumnya kita buat’. Nanti [bikin aturannya], materi muatan dicari dari aturan yang lama, copy-paste, yang penting aman dari pemeriksaan. Sikap pemerintah itu yang membuat daerah ini tidak pernah terjadi perubahan ke arah maju,” kecam Tokoro.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Jayapura, Thimotius Demetouw menjelaskan pemotongan kucuran Dana Kampung itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Ia menyatakan pemotongan untuk penanganan Covid-19 itu nilainya Rp31,6 juta, bukan Rp46 juta.

Demetouw menyatakan seluruh potongan senilai Rp31,6 juta itu dikembalikan kepada kampung dalam bentuk barang-barang seperti Alat Pelindung Diri dan sabun pencuci tangan. “Pemotongan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri” kata Demetouw kepada wartawan di Posko Covid 19 Kabupaten Jayapura, Selasa.

Demetouw juga menjelaskan pemotongan Dana Kampung untuk penyelenggaraan Festival Danau Sentani dan pemetaan wilayah adat setiap kampung di Kabupaten Jayapura. Menurutnya, potongan Rp10 juta untuk Festival Danau Sentani dipakai untuk membiayai festival itu, dan membiayai keterlibatan masyarakat kampung dalam festival itu, termasuk grup tari, sanggar ukir, maupun kuliner khas Sentani.

Terkait potongan Rp50 juta untuk pemetaan wilayah adat setiap kampung, Demetouw menyatakan kegiatan pemetaan dilalukan Gugus Tugas Masyarakat adat (GTMA) untuk kegiatan pemetaan. Ia menegaskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayapura itu bukan untuk memperkaya pribadi ataupun oknum pejabat tertentu, tapi ini untuk menunjang tugas dan pelayanan dari pemerintah daerah.

“Mungkin ada yang muat di media sosial [bahwa] mungkin ada penyimpangan atau penyelewengan, sebenarnya tidak [ada penyelewengan]. Sesungguhnya, kami melakukan ini untuk berpihak pada rakyat,” kata Demetouw.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top