HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Daun pemanggil cumi di Perairan Yapen

Warga dan penyuluh perikanan bersiap menenggelamkan rumpon dari aneka tumbuhan di perairan Kepulauan Yapen, pekan lalu - Humaskab Yapen
Daun pemanggil cumi di Perairan Yapen 1 i Papua
Warga dan penyuluh perikanan bersiap menenggelamkan rumpon dari aneka tumbuhan di perairan Kepulauan Yapen, pekan lalu – Humaskab Yapen.

Papua No.1 News Portal | Jubi

MAKLON Sineri merasa bersyukur. Penyuluh perikanan tersebut mendapat pengetahuan baru dari nelayan di tempatnya bertugas. Pengetahuan itu bersumber dari kearifan lokal yang diwarisi secara turun-temurun di Kepulauan Yapen.

Nelayan setempat memiliki kebiasaan menenggelamkan tumpukan daun fainbom ke laut di sekitar perkampungan mereka. Semak-belukar itu berfungsi sebagai rumpon alias rumah bagi biota perairan.

Daun pemanggil cumi di Perairan Yapen 2 i Papua

Fainbom diyakini, dan terbukti dapat mengundang cumi berkumpul serta berkembang biak di rumpon. Cumi atau suntung, dalam bahasa lokal setempat menjadi salah satu tangkapan utama nelayan di Kepulauan Yapen.

Aktivitas penenggelaman rumpon berbahan utama fainbom tersebut kembali digelar warga pada pekan lalu. Lokasinya di sekitar wilayah perairan empat kampung di Distrik Anotourei. Kampung tersebut ialah Barawaikap, Banawa, Mariadey, dan Ketuapi.

“Penggunaan daun fainbom merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat (dalam menangkap ikan dan cumi). Rumpon dari fainbom terbukti dapat menarik perhatian suntung walaupun belum pernah diteliti (khasiatnya) secara ilmiah,” kata Sineri, yang dikutip Jubi dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, kepyapenkab.go.id, Jumat (15/11/2019).

Warga menggunakan dana desa dan swadaya penyuluh perikanan untuk membuat rumpon. Rangkaian penenggelaman rumpon saat itu disaksikan Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Yapen Daniel Reba.

Loading...
;

“Rumpon ini harus dijaga karena menjadi tempat tinggal ikan. Kami berharap hasil tangkap nelayan dan kesejahteraan masyarakat meningkat karena mereka menjadi mudah dalam menangkap ikan,” kata Reba.

Fainbom hanya salah satu jenis tumbuhan yang dimanfaatkan warga setempat dalam pembuatan rumpon. Selain fainbom, mereka merangkaikannya dengan berbagai jenis daun tanaman, seperti kelapa, bambu, dan tumbuhan lokal lain.

“Daun yang digunakan ialah jenis yang tidak mudah rusak (dan membusuk) ketika berada di dalam air (laut). Ada banyak jenis tumbuhan yang biasa dimanfaatkan warga dalam mencari ikan. Kebiasaan itu menarik untuk dipelajari,” kata Sineri, yang juga Koordinator Penyuluh Perikanan Kepulauan Yapen.

Penggunaan rumpon berbahan alami saat ini gencar dilakukan di Kepulauan Yapen. Sepanjang tahun ini, ada 11 rumpon yang ditenggelamkan di berbagai perairan di kabupaten tersebut. Rumpon dikerjakan dan didanai secara patungan oleh para penyuluh perikanan. Mereka melarung rumpon dengan rakit bambu hingga ke tengah laut untuk ditenggelamkan di dasar perairan. (*)

 

Editor: Angela Flassy

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.