Debit air turun 30 liter per detik problem serius PDAM Jayapura

Bak penampung air bersih (resevoir) yang dipergunakan untuk melayani pelanggan PDAM di daerah Abepura, Jayapura, Papua. -Jubi/ Theo Kelen.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelanggan air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Jayapura di beberapa lokasi di Kota Jayapura, Papua mengeluhkan air sering mati. Akibatnya mereka terpaksa membeli air tandon hingga Rp1 juta per bulan.

Kepala Unit Pelaksana dan Pelayanan (UPP) PDAM Abepura, Yan Pieter Nasadit mengatakan penyebab tidak maksimalnya PDAM melayani pelanggan di Abepura karena debit air turun hingga 30 liter per detik. Dampaknya PDAM Jayapura, khususnya UPP Abepura, hanya sanggup melayani pelanggan beberapa jam secara bergilir.

“Dari reservoir atau bak penampungan air yang kita kelola, kalau normal bisa mengalirkan 110-120 liter per detik, tapi saat ini turun hingga 30 liter per detik,” ujarnya kepada Jubi, Senin (30/11/2020).

BACA JUGA: Warga Jayapura habiskan Rp1 juta per bulan untuk air bersih

Menurut Yan, penyebabnya karena musim kemarau yang mulai terasa sejak dua tahun lalu atau 2018 sehingga debit air dari sumbernya menurun. Daerah Tanah Hitam paling terdampak karena menggunakan sumber air Borgonji.

“Biasanya mereka memakai sumber air Borgonji di belakang Kodam Baru, hanya saja sudah mulai kering,” katanya.

Loading...
;

Dengan kondisi debit air seperti itu, kata Yan, UPP Abepura terpaksa membuat “jadwal kemarau”, melayani pelanggan secara bergiliran. Di satu lokasi ada yang hidup seminggu dua kali seperti di Tanah hitam. Dalam kondisi normal biasanya seminggu tiga hingga empat kali.

Sedangkan di daerah Asrama Haji, Jalan Worot dari Saga sampai depan dealer Toyota Kotaraja, mendapatkan pelayanan empat kali seminggu. Itupun pelanggan tidak mendapatkan pasokan seharian, hanya dari pukul 6 pagi hingga pukul 1 siang. Padahal sebelumnya sampai pukul 8 malam.

Menurut Yan jadwal pelayanan air PDAM sewaktu-waktu dapat kembali normal seperti semula jika sumber air dalam kondisi normal. Ia mencontohkan daerah Perumnas 4 sebelumnya tidak pernah mati 24 jam. Tapi akibat kemarau, sekarang terpaksa dilayani hanya empat hari dalam seminggu.

“Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu, mulai mengalir pukul 8 malam hingga pukul 3 subuh,” katanya.

Menghadapi kondisi seperti ini, kata Yan, alternatif jangka pendek, selain memakai sumber air Buper, juga memakai bantuan sumber air Kojabu Kompwolker Perumnas 3 Waena. Padahal semestinya kedua sumber air tersebut harus melayani daerah Jayapura Utara dan Selatan.

“Kita ambil sedikit dari sana untuk membantu wilayah Abepura dan Tanah Hitam, itupun berbagi dengan Waena pakai jadwal, untuk Abepura Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu,” ujarnya.

Kondisi kondisi debit air PDAM seperti itu, Yan mengimbau pelanggan bisa mengoptimalkan air sesuai jadwal dari PDAM. Salah satu sarannya agar agar pelanggan memiliki bak penampungan air.

“Ketika air mengalir disitulah pelanggan bisa optimalkan untuk menampung, sehingga pada saat jeda beberapa hari tidak mengalir sudah punya stok air dan ketika kurang dapat mengisi kembali saat air mengalir,” katanya.

Informasi yang sama juga disampaikan Kepala Unit Pelaksana dan Pelayanan (UPP) PDAM Waena, Dominggus Ngangangor. Ia mengatakan debit air untuk melayani daerah Waena mengalami penurunan hingga 30 liter per detik.

“Kita punya tiga jalur air yang masuk ke roservoir, kalau dijumlahkan 60 liter per detik, ini bisa turun sampai 50 persen, artinya saat ini mengalir hanya 30 liter per detik,” ujarnya.

Akibatnya pelayanan air kepada pelanggan di daerah Waena, harus dilakukan secara bergilir. Ia mencontohkan di daerah Perumnas 1, 2 dan 3, Perumahan Uncen, dan Perumahan Polda Buper pasokan air tiap hari, tapi berbeda waktu dan durasi.

“Perumnas 1 durasi mengalirnya 6 jam tiap hari, mulai pukul 21.00 hingga 03.00 WIT, Perumnas 2 durasinya hingga 9 jam,  pukul 06.00-15.00 WIT,” katanya.

Sedangkan di daerah Perumnas 3 dan Perumahan Uncen 3 jam sehari. Ada Senin, Selasa, Jumat, dan Sabtu pukul 12.00-15.00 WIT dan ada Rabu, Kamis, dan Minggu pukul 19.00 – 22.00 WIT.

“Perumahan Polda Buper durasi mengalirnya lebih dari 11 jam, pukul 06.00-17.30 WIT,” ujarnya.

Daerah lain seperti di Perumahan Uncen Buper dan Perumahan Pemda Permai Buper, kata Dominggus, jadwalnya dua hari setiap minggu dengan durasi berbeda per hari. Perumahan Uncen Buper pada Senin pukul 19.00-03.00 WIT, Rabu pukul 05.00-10.00 WIT.

Sedangkan Perumahan Pemda Permai pada Rabu pukul 12.00-18.00 dan Jumat pukul 19.00-03.00 WIT.

Akibat perambahan hutan

Menurut Dominggus penurunan debit air akibat perambahan hutan di daerah sumber air. Hal itu berdampak pada rendahnya resapan air hujan karena berkurangnya pohon.

“Tidak ada alternatif lain, yang bisa kita lakukan adalah penggiliran karena sumber air cuma satu dari Kampwolker itu, tapi dengan sumber air yang ada kita tetap maksimalkan,  walaupun ada yang hanya tiga jam, kita tetap upayakan melayani pelanggan,” ujarnya.

Ke depan, kata Dominggus untuk mengatasi krisis air adalah berupaya mengoptimalkan sumber air yang ada dan pemeliharan pipa-pipa air untuk mengatasi kebocoran, sehingga dapat melayani pelanggan.

“Tapi secara keseluruhan program PDAM Jayapura, Papua adalah pengolahan air danau menjadi air bakau,” katanya.

Namun, katanya, itu tidak akan dimanfaatkan dalam waktu dekat karena prosesnya masih berjalan dan tidak sepenuh bisa melayani 24 jam. Sebab berkaitan dengan proses pengolahan air danau menjadi air bakau.

“Akan diproses lagi, diolah lagi nantinya jadi air bersih untuk bisa diberikan kepada masyarakat dan mungkin akan beroperasi pada 2022,” katanya.

Dengan debit air yang menurun, Dominggus mengimbau masyarakat bersama pemerintah melestarikan hutan dan memanfaatkan air sebijaknya. Jika air tidak digunakan agar mematikan keran air.

“Agar ketersedian air tetap terjaga, kita semua harus menjaga hutan, kita mau salahkan siapa? Ini tanggung jawab kita semua warga dan pemerintah, harus menjaga hutan,” katanya. (CR-7)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top