Follow our news chanel

Dekanat Teluk Cenderawasih imbau ibadah Minggu ikuti protokol kesehatan

Covid-19 Papua
Foto ilustrasi, pandemi Covid-19 di Tanah Papua - Jubi/ Leon
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ketua Dekanat Teluk Cendrawasih, Keuskupan Timika, Papua, Pastor Yohanis Agussetiyono SJ menyatakan seluruh gereja Katolik di wilayah itu bisa kembali menyelenggarakan peribadahan. Akan tetapi, beliau juga meminta setiap gereja Katolik juga menjalankan protokol yang ditetapkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Romo Agus, sapaan akrab Pastor Yohanis Agussetiyono, menyusul hasil rapat evaluasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nabire, Papua, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kerjasama Antar Agama (BKSAG), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nabire pada Jumat (29/5/2020). Rapat itu menyepakati pelonggaran pembatasan aktivitas warga selama masa pandemi Covid-19.

Romo Agus mengatakan seluruh gereja Katolik di wilayahnya akan kembali menyelenggarakan ibadah di gereja pada Minggu (7/6/2020). Meski ibadah itu tetap akan berjalan sesuai tradisi gereja Katolik, akan tetapi setiap gereja Katolik diminta memastikan umat untuk menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah.

”Kami mulai ibadah di gereja pada tanggal 7 Juni. Akan tetapi, walaupun ibadah di gereja diperbolehkan, seluruh gereja harus ikuti protokol kesehatan,” kata Romo Agus.

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh dewan gereja untuk menyiapkan pengaturan aktivitas ibadah pada masa pelonggaran, termasuk untuk mengatur jumlah umat dalam satu sesi ibadah. Jumlah sesi ibadah Minggu di gereja Dekanat Teluk Cenderawasih sendiri telah ditambah dari dua menjadi tiga sesi.

Baca juga: 8 pasien Covid-19 di Nabire sembuh, bupati ikut melepas di rumah sakit

“[Pada] masa ini kami harus membagi [ibadah hingga] tiga kali. Maka ada pembagian waku melalui di masing-masing area. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker tetap diberlakukan. Untuk
penerimaan hosti atau[ sakramen] pastor yang akan berkeliling, dan umat hanya duduk di tempat,” kata Romo Agus.

Loading...
;

“Kegiatan ibadah yang bersifat komunal, harus kita hayati bersama. Kerinduan untuk ke gereja itu perlu, tapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan ibadah keluarga di rumah, demi mengobati kerindungan selama pandemi,” kata Romo Agus.

Sekretaris Dewan Gereja Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Yohanes Renyaan menuturkan pihaknya akan menyelengarakan ibadah di Paroki KSK pada Minggu, sambil terus memantau perkembangan pandemi Covid-19.  “[Ibadah] di KSK ini sifatnya uji coba, dan akan ada evaluasi setelah ibadah besok. Artinya kita juga harus melihat perkembangan Covid-19 seperti apa,” kata Renyaan.

Sebelumnya, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Daniel Maipon menjelaskan bahwa pelonggaran pembatasan aktivitas di Nabire mengizinkan ibadah pokok setiap agama, termasuk ibadah salat Jumat bagi muslim, dan ibadah Sabath bagi umat Advent. Sesuai dengan Surat Edaran Bupati pada 2 Juni 2020, setiap pelaksanaan ibadah pokok itu harus menetapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Dalam melaksanakan ibadah, setiap agama wajib patuhi protokol kesehatan. Masing-masing pimpinan agama mengatur jumlah umat saat ibadah. Artinya, gereja yang jemaatnya banyak, ibadah bisa dilakukan dua kali atau tiga, kali agar tetap menjaga jarak antarorang minimal 1 meter. Dalam melaksanakan ibadah, tidak boleh berjabat tangan. Setiap tempat ibadah diminta menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk. Satu deret kursi hanya untuk satu keluarga, dan setelah ibadah tempat ibadah akan disetrilkan, sebelum digunakan lagi,” kata Maipon.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top