Demam babi Afrika di Filipina turun drastis

Papua
Ilustrasi peternakan babi – pexels.com.     

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manila, Jubi – Menteri Pertanian Filipina William Dar mengatakan kasus demam babi Afrika di negaranya turun drastis hanya ada di tiga kawasan. Pernyataan itu disampaikan saat sidang komite anggaran Senat, pada Jumat (22/10/2021) kemarin.

Dar mengatakan penyakit yang sangat menular itu kemungkinan masih ada jika tidak mematuhi protokol kesehatan dan karantina.

Baca juga : Dokter meninggal dunia mencapai 545
Penundaan obat kanker akibat pandemi pasien di kepulauan Solomon meninggal dunia
Penyakit misterius serang Kanada menyebabkan hilang ingatan

Tercatat demam babi Afrika menghancurkan industri peternakan babi di negara Asia Tengara itu sejak terjadi wabah pada 2019 yang menyebar ke 12 kawasan dan mencapai puncaknya tahun lalu.

Pemerintah Filipina mengatakan penyakit tersebut mengurangi secara signifikan populasi sekitar 3 juta babi di negara itu dan menimbulkan kerugian lebih dari 100 miliar peso atau sekitar Rp28 triliun di sektor peternakan babi lokal dan industri terkait.

Kondisi tersebut juga memicu kenaikan harga ritel produk daging babi dan memaksa pemerintah untuk menambah impor daging babi.

Loading...
;

Pada Mei Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan status bencana selama setahun untuk mengatasi dampak penyakit babi yang menular tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top