Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Demi HAM di Papua, Veronica : Saya siap dibuang

Veronica, papua
Aktivis sekaligus pengacara Hak Asasi Manusia untuk Papua, Veronica di Australia- ABC/Moldovan.
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Aktivis Veronica Koman menyatakan siap diasingkan oleh pemerintah Indonesia apabila aktivitasnya sebagai pembela HAM Papua dianggap tidak pro NKRI. Vero mengatakan dengan terbuka bergabung dengan masyarakat Papua yang selama ini diperjuangkan.

“Dengan senang hati saya siap dibuang oleh NKRI. Berikan saya kepada Papua. Kami juga punya harga diri,” kata Vero, yang diunggah di laman Facebook miliknya, Jumat (24/8/2020).

Baca juga : Veronica Koman: Penguasa pelihara impunitas penyelesaian HAM di Papua

Demi HAM di Papua, Veronica : Saya siap dibuang 1 i Papua

Veronica Koman minta Papua Barat ikuti langkah Papua dalam karantina wilayah

Darimana sumber dokumen yang diserahkan Veronika Koman kepada Jokowi?

Vero mengatakan pemerintah mengartikan pengabdian dirinya kepada Papua sebagai sebuah pengkhianatan. Menurutnya, hal ini terjadi karena Papua tak dianggap sebagai bagian dari Indonesia.

Dalam unggahan itu, Vero juga bercerita soal mata kuliah yang diambil dan tugas yang kerap dia kerjakan selama menempuh pendidikan Magister di Australia. Rata-rata esai yang dia kerjakan selalu berkaitan dengan Papua.

Loading...
;

“Saya menitikkan air mata di setidaknya 3 esai Papua yang saya kerjakan, karena makin tahu kebusukan NKRI ketika riset. Lagu yang saya dengarkan untuk motivasi di kala begadang mengerjakan tugas adalah ‘Sorong Samarai’ dan ‘Hidup itu Misteri’,” kata Vero menambahkan.

Tercatat Amnesty Internasional Indonesia dan Amnesty Internasional Australia angkat suara soal kasus yang menjerat Veronica.

Kasusnya kembali mencuat setelah dia mengatakan pemerintah Indonesia telah menjatuhkan hukuman finansial kepadanya dengan memintanya untuk mengembalikan beasiswa LPDP yang dia gunakan selama menjalani studi di Australia.

Amnesty meminta pemerintah Indonesia melindungi para pembela HAM dan menghindari hukuman apapun terhadap mereka. Selain itu organisasi itu juga mendesak pemerintah Indonesia membatalkan sanksi keuangan terhadap pengacara HAM yang selama ini aktif mengadvokasi hak-hak masyarakat Papua itu.

“Ketimbang menjatuhi hukuman, pemerintah Indonesia seharusnya mendukung upaya Vero dalam mengungkap dugaan pelanggaran HAM di Papua,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Menurut Hamid, siapapun yang tengah berupaya melindungi hak asasi manusia tidak berhak mendapat perlakuan intimidasi dalam bentuk apapun.

Ia secara terang-terangan mengatakan pihak LPDP tidak memiliki alasan kuat untuk meminta pengembalian dana yang dapat dibuktikan secara hukum, maka hal itu bisa menjadi bentuk intimidasi dan kriminalisasi untuk melemahkan Vero dalam mengungkap pelanggaran HAM di Papua.

“Intimidasi terhadap pembela HAM jelas merupakan pelanggaran HAM,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top