Demo di DPRD Raja Ampat dinilai bermuatan politis

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Waisai, Jubi – Forum Peduli Demokrasi (FPD) menilai demo di DPRD Raja Ampat, Papua Barat beberapa waktu lalu sarat dengan kepentingan politik. 

Ketua FPD Raja Ampat, Tanjung Warwey di Waisai, Kamis (15/6/2017) mengatakan, meski terlihat jelas aksi tersebut sarat kepentingan, pihaknya tetap mengapresiasi langkah tersebut. 

Ia mengatakan, ada forum-forum baru yang hadir dan menyuarkan persoalan korupsi di Raja Ampat. Namun pihaknya menilai Komunitas Masyrakat Adat Papua Anti Korupsi (KAMPAK) dan Aliansi Masyrakat Adat Nusantara (AMAN) hanya menunjukkan subyeksifitasnya. 

“Jika mereka berbicara soal korupsi di Raja Ampat, harus objektif. Artinya, jangan hanya melihat persoalan yang terjadi di pemerintahan sekarang, tetapi juga persoalan-persoalan yang terjadi di pemerintahan sebelumnya. Koordinator aksi kemarin, Soleman Dimara yang kami ketahui juga sebagai sekretaris dewan pimpinan daerah partai golkar Raja Ampat, menyuarakan pemberantasan korupsi, tapi di sisi lain, ketua DPRD Raja Ampat, HW yang juga dari partai Golkar terindikasi korupsi, bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus PLTD. Ini terlihat sekali subyeksifitas,” katanya. 

Pemuda asli pulau Misool, Raja Ampat, Fahmi Macap mengatakan, aksi KAMPAK dan AMAN tersebut sudah di design.

“Kita semua tahu bahwa Raja Ampat dikategorikan daerah tertinggal sejak kabupaten ini dimekarkan. Sehingga jelas, bicara persoalan di Raja Ampat, tidak lepas dari pemerintahan sebelumnya. Jadi, mereka harus obyektif dalam melihat persoalan. Jangan hanya melihat satu tahun perjalanan pemerintahan sekarang saja, tetapi juga melihat persoalan yang terjadi di pemerintahan sebelumnya,” katanya. (*)

Loading...
;

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top