Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Demonstran dan polisi tewas dalam kerusuhan di Irak

Ilustrasi, pixabay.com
Demonstran dan polisi tewas dalam kerusuhan di Irak 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Kerusuhan antipemerintah di negara itu kembali berlangsung setelah berhenti selama beberapa pekan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Baghdad, Jubi – Enam warga Irak termasuk dua polisi tewas, sementara sejumlah orang cedera di Baghdad serta kota-kota lainnya dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, pada Senin (20/1/2020). Kerusuhan antipemerintah di negara itu kembali berlangsung setelah berhenti selama beberapa pekan.

Sumber medis mengatakan tiga orang meninggal di sebuah rumah sakit di Baghdad akibat luka setelah polisi menembakkan peluru tajam di Lapangan Tayaran. “Dua pedemo terkena peluru tajam sementara korban ketiga terkena tabung gas air mata,” kata sumber tersebut.

Demonstran keempat tewas terkena tembakan polisi di kota suci Syiah, Kerbala. Para pemrotes melemparkan bom-bom bensin dan batu ke arah polisi, yang kemudian menanggapinya dengan menembakkan gas air mata serta granat kejut

Baca juga : Demonstran Irak bakar pos keamanan Kedubes AS

Demonstran Irak bakar pos keamanan Kedubes AS

Loading...
;

Demonstran Irak tutup akses jalan pelabuhan Umm Qasr

Sedangkan sejumlah sumber di kepolisian kepada Reuters mengatakan tiga roket Katyusha jatuh di dalam Zona Hijau berpenjagaan ketat di ibu kota, tempat gedung-gedung pemerintahan serta kantor kedutaan asing berada. Roket-roket itu diluncurkan dari kawasan Zafaraniyah di luar Baghdad dan dua roket mendarat di dekat kedutaan besar Amerika Serikat.

Di kota minyak Irak, Basra, dua polisi tertabrak hingga tewas oleh sebuah mobil warga sipil saat aksi protes berlangsung. Pengemudi mobil itu sedang berusaha menghindari lokasi bentrokan antara para pengunjuk rasa dan pasukan keamanan ketika ia menabrak kedua polisi itu.

Di berbagai wilayah lainnya di Irak selatan, ratusan pemrotes membakari ban serta memblokade jalanan di beberapa kota, termasuk Nassiriya, Kerbala dan Amara. Mereka mengatakan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi belum memenuhi janji-janji yang dinyatakannya, termasuk membentuk pemerintahan baru yang bisa diterima oleh semua kalangan rakyat Irak. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top