Follow our news chanel

Previous
Next

Denda pelanggar PSBB Jakarta mencapai Rp4 miliar

Papua
Ilustrasi imbauan menjaga jarak fisik - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Nilai uang denda pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mencapai Rp4 miliar. Denda kebanyakan berasal dari pelanggaran penggunaan masker

“Secara umum sebenarnya disiplin warga menggunakan masker sebenarnya sudah lebih baik kalau yang kita lihat di jalan banyak orang pake masker ketimbang yang tidak pakai masker,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin , Rabu (2/9/2020) kemarin.

Baca juga : Ratusan warga daerah ini kena razia tak bermasker 

Ini hukuman bagi warga Bandung yang tak pakai masker di tempat umum 

Jakarta berencana evaluasi kebijakan sanksi bagi warga tak bermasker

Kebanyakan para pelanggar sudah membawa masker di dalam tas. Hanya saja saat tertangkap razia mereka tidak menggunakannya. “Jadi kita tinggal mendisiplinkan orang itu mau menggunakan masker dengan benar jadi jangan cuma membawa masker tapi tidak digunakan,” kata Arifin menambahkan.

Loading...
;

Menurut dia, denda Rp4 miliar itu terkumpul mulai dari awal Mei. Saat itu banyak orang dikenakan denda setelah menghadiri penutupan Mc Donald Sarinah. Setelah itu, denda dikenakan kepada sektor rumah makan dan hiburan.

Satpol terus melaksanakan operasi tertib masker di lingkingan permukiman. Hal ini akan dilakukan di 44 wilayah kecamatan. “Kecuali pulau Seribu 44 kecamatan jadwal sudah ada. Kita merencanakan 14 hari ke depan Satpol PP itu di mana saja lokasi nya kita sudah punya data,” katanya.

Aturan denda dan sanksi bagi pelanggar aturan PSBB tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Jakarta. Pergub ditandatangani Anies pada 30 April 2020. Pergub dimaksudkan sebagai dasar pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB.

Pergub bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap physical distancing, social distancing, dan penerapan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan ada beberapa aktivitas kegiatan masyarakat yang menjadi penyebab tingginya kasus Covid-19 pada akhir Agustus.

Aktivitas tersebut kebanyakan merupakan kegiatan sosial-peribadatan, seperti tahlilan, pengajian, pernikahan. Kemudian kegiatan di ruang tertutup seperti pesantren, panti asuhan, perkantoran atau industri, kegiatan di fasilitas kesehatan, transportasi umum seperti MRT, KRL/LRT.

“Ada aktivitas-aktivitas masyarakat yang memang perlu kehati-hatian ekstra, karena banyak yang ingin keluar rumah menghadiri kodangan misalnya, jalan-jalan, belanja ke pasar, kalau bisa waktunya se-sebentar mungkin,” ujar Dewi.

Dewi menekankan agar masyarakat lebih disiplin menerapkan gerakan 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak supaya terhindar dari Covid-19. “Aktivitas masyarakat yang perlu sekali perhatian, tetap 3M,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top