Follow our news chanel

Dewan Adat Lapago siapkan lahan bagi pengungsi Nduga

Foto ilustrasi, anak usia sekolah dari Kabupaten Nduga, Papua, Jubi. Dok
Dewan Adat Lapago siapkan lahan bagi pengungsi Nduga 1 i Papua
Foto ilustrasi, anak usia sekolah dari Kabupaten Nduga, Papua, Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua, John Wob menyampaikan apresiasi terhadap langkah pengurus Dewan Adat Lapago yang menyiapkan lahan untuk menampung para warga sipil yang mengungsi dari Kabupaten Nduga, Papua. Wob menyatakan akan melaporkan insiatif Dewan Adat Lapago itu kepada pimpinan Majelis Rakyat Papua atau MRP.

Hal itu disampaikan John Wob usai menghadiri peluncuran buku “Konflik Nduga: Tragedi Kemanusiaan Papua” yang berlangsung di Jayapura, Selasa (30/7/2019). “Tadi saya bertemu Ketua Dewan Adat Lapago. Mereka sudah siapkan tanah untuk pengungsi Nduga,” ungkapnya.

Menurut Wob, Dewan Adat Lapago yang dipimpin Areki Wanimbo akan datang ke MRP dan menyampaikan penyediaan lahan bagi para pengungsi dari Nduga itu. Dewan Adat Lapago berharap MRP bisa membicarakan kondisi para pengungsi Nduga dengan pemerintah daerah di Papua, sehingga pemerintah daerah dapat menyediakan sarana dan prasarana di lokasi yang disediakan Dewan Adat Lapago.

Wob menjelaskan, lahan bagi para pengungsi itu akan membutuhkan sarana prasarana seperti rumah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendidikan bagi para pengungsi. “Mereka sampaikan, akan datang bertemu MRP, dan berbicara dengan pemerintah daerah. Karena itu, saya akan melaporkan ini kepada pimpinan MRP,”ungkap Wakil Ketua Panitia Khusus Hukum dan Hak Asasi Manusia MRP itu.

Wob menyatakan pembangunan lokasi pengungsian bagi para pengungsi Nduga mendesak, karena saat ini para pengungsi hidup dalam kondisi memprihatinkan. “Pengungsi Nduga itu tidak memiliki tempat tinggal di lokasi pengungsiannya. Mereka menumpang di rumah warga, bisa 15 orang [menumpang] dalam satu keluarga,”ungkapnya.

Ketua Dewan Adat Papua, Domikus Surabut mengatakan warga sipil Nduga yang mengungsi ke sejumlah kabupaten di Papua harus mendapat tempat dan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan. “Kalau Dewan adat Lapago menyediakan lokasi, itu memang harus. Karena, pengungsi Nduga harus mendapatkan perlindungan adat dan tanah di Wamena,”ungkapnya di Jayapura, Selasa (30/07/2019).

Loading...
;

Tim Solidaritas Peduli Konflik Nduga pada pekan lalu merilis laporan yang mencatat ribuan warga sipil Nduga telah mengungsi menghindari konflik bersenjata di sana, pasca pembunuhan 16 pekerja PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 silam. Tim Solidaritas itu melaporkan 139 pengungsi Nduga di Wemena telah meninggal dunia, sementara empat warga lainnya meninggal tertembak di Nduga.

Seorang warga lainnya meninggal karena suara tembakan senjata api. Konflik bersenjata di Nduga juga telah menewaskan 17 aparat TNI/Polri dan anggota kelompok bersenjata. Hingga kini, ribuan warga sipil Nduga mengungsi ke hutan yang sulit dijangkau di Nduga, dan ribuan lainnya mengungsi ke sejumlah kabupaten tetangga seperti Lanny Jaya, Jayawijaya, Mimika, Yahukimo, dan Asmat. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top