Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dewan Adat Papua sampaikan terima kasih pada negara-negara Pasifik

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Dewan Adat Papua (DAP) yang dihasilkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Lembah Baliem, Wamena bulan Agustus lalu menyampaikan ucapan terima kasih kepada empat negara Pasifik yang telah mengangkat isu Papua dalam Rapat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York bulan September lalu.

Ucapan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Adat terpilih dalam KLB, Dominikus Surabut.

Dewan Adat Papua sampaikan terima kasih pada negara-negara Pasifik 1 i Papua

“Atas nama Masyarakat Adat Papua, saya mengucapkan terima kasih kepada, Pemerintah dan Rakyat Vanuatu, Pemerintah dan Rakyat Kepulauan Solomon, Pemerintah dan Rakyat Tavalu, dan Pemerintah dan Rakyat Saint Vincent dan Grenadies serta Vivat Internasional, Fransiskan Internasional, ICP dan Netzwerk Papua, MSG, PIF, ACP dan komunitas internasional. Terlebih ucapan terima kasih kepada rakyat Papua yang tak henti-henti memberikan kontribusi material dan Doa untuk pembebasan,” kata Dominikus Surabut kepada Jubi, di Wamena, Kamis (19/10/2017).

Surabut, mengatakan Dewan Adat papua juga melakukan syukuran di halaman kantor DAP/United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pada hari Selasa 17 Oktober 2017. Acara dihadiri oleh masyarakat adat Papua yang ada diwilayah La Pago dan perwakilan komponen perjuangan yang berafiliasi dalam tiga komponen besar pendiri ULMWP yaitu Negara Federal Reublik Papua Barat (NFRPB), Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL).

“Massa yang hadir sekitar 1.500 orang. Perayaan Syukur diawali dengan dengan doa syukur yang dipimpin oleh Pendeta Izak Asso, S.Th, dilanjutkan dengan pidato dan sambutan Ketua Umum Dewan Adat Papua. Dan sambutan oleh ULMWP mewakili tiga komponen masing-masing NFRPB oleh Engelbert Surabut, WPNCL oleh Sole Heselo dan PNWP/KNPB oleh Yonatan Mulait,” jelas Surabut.

Lanjutnya, rakyat West Papua harus dan perlu terus-menerus meyakinkan berbagai pihak, bahwa masalah Papua bukanlah separatisme melainkan kewajiban yang belum sempat terpenuhi sejak Perang Dingin.

Loading...
;

“Bangsa West Papua bertekad menjadi teman bagi segala bangsa demi perdamaian abadi dengan selalu berperang melawan penjajahan dalam bentuk dan cara apapun, termasuk pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa respon pemerintah Indonesia terhadap pidato empat negara Pasifik terkait West Papua sebagai sebuah kebohongan akut pemerintah Indonesia. Kebohongan seperti itu merupakan ciri khas Indonesia yang justru mempermalukan Indonesia dimata internasional.

“Apa yang disampaikan oleh empat negara dan empat organisasi internasional di forum PBB merupakan fakta terkini di West Papua. Mereka juga punya kontak langsung di West Papua dari waktu ke waktu terus mengikuti dan mencermati perkembangan West Papua,” ujarnya.

Sementara Sole Heselo yang mewakili PNWP menegaskan perjuangan rakyat West Papua masih panjang. Belum berakhir pada hasil Sidang Umum PBB dan Debat Sidang Dewan HAM PBB yang berlangsung setiap tahun.

“Kita terus berjuang sampai mendapat pengakuan kemerdekaan. Kunci untuk mendapat kemerdekaan ada ditangan rakyat West Papua. Penting kita bangun persatuan didalam negeri,” pesannya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top