Follow our news chanel

Dewan Gereja Samoa bantah hasil laporan penyelidikan nasional KDRT

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Dewan Gereja-gereja Nasional Samoa (NCC) telah menggambarkan laporan Kantor Ombudsman, yang menyalahkan mereka karena memperburuk isu kekerasan keluarga di negara itu, sebagai penghinaan.

Laporan tersebut, berdasarkan pada penyelidikan nasional selama dua tahun atas isu kekerasan keluarga di Samoa, menyimpulkan bahwa gereja-gereja juga terus berkontribusi dalam impunitas kepada pelaku KDRT.

“Desa Fono, yang terdiri dari sejumlah kepada keluarga, memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan perdamaian, harmoni, keamanan, dan stabilitas, melalui hukum adat dan tradisi. Samoa sangat bergantung pada sistem efektif ini dalam memelihara hukum dan ketertiban. Namun, gereja pada umumnya telah gagal dalam memainkan perannya untuk mencegah kekerasan keluarga dan telah memperkuat kerangka patriarki yang mendasari persoalan KDRT. Kontribusi-kontribusi Gereja melonjak tinggi akibat persaingan, dan kegagalan gereja untuk mengontrol keuangannya, mengarah pada tekanan finansial yang tidak semestinya, dan pada akhirnya, memicu prevalensi KDRT yang kian meningkat di Samoa,” menurut laporan itu.

Tetapi, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Nasional, Pendeta Ma'auga Motu, mengatakan bahwa kritik itu tidak benar karena banyak pelayan gereja, yang sebenarnya memainkan peranan besar dalam mengatasi masalah terkait KDRT.

“Temuan laporan ini sangat menghina, kami telah bekerja dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk melakukan konsultasi di desa-desa, melalui para pendeta gereja.”

“Kami sangat sedih membaca tentang kerja keras para pendeta gereja yang diremehkan oleh laporan ini.”

Loading...
;

Ini tidak sesuai dengan kami, yang telah berusaha menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi ini,” katanya.

Laporan itu, yang mengungkapkan data mengejutkan tentang KDRT di Samoa, diluncurkan bulan lalu. Ia juga menyatakan bahwa 90 persen kekerasan dari pasangan di Samoa tidak dilaporkan.

Sebagai bagian dari rekomendasi laporan itu, gereja didesak untuk mengembangkan kapasitas mereka untuk menangani KDRT, dan berhenti menempatkan korban dalam posisi dimana risiko kekerasan masih ada. Laporan itu juga merekomendasikan perlunya konsultasi dan pembentukan pedoman nasional untuk para pendeta gereja, ketika mereka berurusan dengan korban dan pelaku kekerasan keluarga. (Samoa Observer)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top