Follow our news chanel

Previous
Next

Dewas KPK nyatakan Aprizal bersalah dalam kasus OTT UNJ

Foto ilustasi, logo KPK - kpk.go.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pelaksana Tugas Direktur Pengaduan Masyarakat KPK Aprizal dinyatakan bersalah oleh  Dewan Pengawas KPK. Ia terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku.

“Melakukan perbuatan yang menimbulkan suasana kerja yang tidak kondusif dan harmonis, yang diatur dalam Pasal 5 ayat 2 huruf a Peraturan Dewas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK,” ujar Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, saat sidang putusan etik pada Senin, (12/10/2020).

Baca juga : Ketua KPK kembali dilaporkan, kali ini soal penggunaan helikopter mewah

Ketua KPK Firli Bahuri terima iPad baru

Demonstrasi tolak pelemahan KPK di Riau ricuh

Aprizal dikenakan sanksi ringan berupa teguran lisan. Meski Tumpak menyatakan hal yang meringankan Aprizal tak menyadari atas pelanggaran yang dilakukannya juga belum pernah dihukum sebelumnya. “Dan kooperatif menjalani persidangan,” ucap Tumpak.

Loading...
;

Menurut dewan pengawas, Aprizal melaksanakan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau yang dikenal sebagai “OTT UNJ” tanpa koordinasi.

Ia disangkakan melanggar kode etik dan pedoman perilaku “Sinergi” pada Pasal 5 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020.

Saat “OTT UNJ” terjadi pada 20 Mei lalu, tim dari Direktorat Pengaduan Masyarakat berada dalam posisi melakukan pencarian informasi, pendalaman hingga verifikasi informasi yang diterima.

Pada saat yang sama Inspektorat Jenderal Kemendikbud juga sedang melakukan fungsi pengawasan internal mereka sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan meminta pendampingan KPK.

Namun, kondisi berubah ketika ada instruksi agar sejumlah pejabat di Kemendikbud dan UNJ dibawa ke kantor KPK. Tim lalu diperintahkan menjemput orang-orang dari Kemendikbud dan UNJ saat itu menuju lokasi pada sekitar pukul 23.00-24.00 WIB pada hari yang sama.

Perkara itu selanjutnya diserahkan kepada Polda Metro, dan Polda Metro kemudian menghentikan perkara tersebut karena polisi tidak menemukan unsur tindak pidana. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top