Di Dogiyai, Miras Jadi Bisnis Oknum Aparat Keamanan

Gerakan anti miras - eshape.com
Gerakan anti miras – eshape.com

Jayapura, Jubi – Aparat keamanan di daerah Dogiyai disinyalir terlibat dalam bisnis Minuman Keras (Miras), demikian menurut caretaker Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Dogiyai, Natan Naftali Tebai.

“Kasus Miras di Dogiyai ada hubungan dengan bisnis ekonomi beberapa oknum militer,” jelas Natan Naftali Tebai kepada Jubi, Selasa, (02/08/2016).

Dikatakan Natan, hal itu disinyalir pasca beberapa pemuda meninggal akibat minum Miras beberapa waktu lalu, namun aparat kepolisian di Dogiyai belum mengetahui dan menangkap pelaku penjual Miras di kampung Ikebo, Distrik Kamuu.

“Polisi terkesan masih membiarkan atau melihat musibah kematian sebagai suatu yang biasa-biasa. Padahal, kampung  Ikobo ini sangat kecil dan penduduknya tidak banyak. Kita bisa ketahui siapa penjual Miras itu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Kapolda Papua agar segera mengecek Kapolsek Moanemani, Eduawar Hetarua.
Selain itu, dirinya juga melihat Bupati dan dan DPRD Dogiyai sangat lemah menangani Miras.

“Kami menilai Bupati dan DPRD Dogiyai sangat lemah lindungi rakyat. Maka,kami minta pemerintah daerah dan Kapolres Nabire segera tutup semua tempat penjualan Miras di Dogiyai,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Moanemani, Eduwar Hetarua yang dikonfirmasi Jubi melalui dua nomor handphone tidak memberikan jawaban. Demikian pula Ketua DPRD Dogiyai, Thin Anjela Iyai, yang tidak menggubris SMS dan beberapa kali telpon dari pihak Jubi.

Loading...
;

Tokoh pemuda Dogiyai, Goo Benny, mengatakan bahwa pemuda daeranya akan menggelar demo damai terkait peredaran Miras di wilayah itu.

“Hari Rabu akan lakukan demo di kantor DPRD. Ini bentuk keprihatinan kami terhadap kondisi ini. Agar ke depan jangan ada korban jiwa akibat Miras. Kami juga mau hidup di negeri kami ini,” ujar Goo. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top