Di Tanah Papua Provinsi boleh dua, tapi sinode GKI tetap satu

Gubernur Mandacan saat kunjungi stan kerajinan tangan PW GKI Klasis Manokwari dalam pembukaan peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha kecil, PW GKI tanah Papua di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Di Tanah Papua Provinsi boleh dua, tapi sinode GKI tetap satu 1 i Papua
Gubernur Mandacan saat kunjungi stan kerajinan tangan PW GKI Klasis Manokwari dalam pembukaan peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha kecil, PW GKI tanah Papua di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kembali menegaskan, dalam tugas pelayanan Pemerintahan di tanah Papua, ada dua provinsi yakni Papua dan Papua Barat.

Tetapi dalam tugas dan tanggung jawab dalam misi Gereja (rohani), tanah Papua tetap satu di bawah Sinode Gereja Kristen Injili (GKI).

Hal ini disampaikan  Mandacan saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha kecil, PW GKI tanah Papua selama empat hari diikuti 250 anggota Persekutuan Wanita Gereja Kristen Injili (PW GKI) tanah Papua, bertempat di komplek Diklat Kwarda Pramuka Papua Barat, Distrik Manokwari Timur, Senin (27/5/2019).

Dikatakan Mandacan, Pemerintah dan Gereja adalah mitra dalam pembangunan, sehingga pembekalan bagi kaum Ibu khususnya PW GKI menjadi tanggung jawab bersama oleh Gereja dan Pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan PW GKI dalam mengembangkan usaha mikro disamping fungsi pelayanan di Gereja.

Mandacan juga mengharapkan adanya pendampingan dari OPD teknis Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan maupun dari masing-masing Klasis GKI, sehingga tidak terputus sampai di pelatihan tapi bisa diterapkan secara berkesinambungan.

“Kita harus maknai bahwa satu Tanah Papua untuk dua provinsi, tapi juga satu Sinode untuk dua provinsi. Kalau kita maknai dengan baik, maka semua kegiatan akan jadi tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah Papua maupun Papua Barat dan Sinode GKI,” ujarnya.

Loading...
;

Bagi Mandacan, kemampuan anggota PW GKI dalam dunia bisnis akan memberikan sisi tawar perempuan dalam keluarga, dan lingkungan sosial melalui bertambahnya pendapatan.

Sisi tawar ini kata Mandacan, karena adanya peluang yang diberikan dalam setiap proses pengambilan keputusan maupun usaha bagi perempuan yang tergabung dalam PW GKI.

“Saya harap peserta bisa pakai waktu ini dengan baik, sehingga bisa kreatif dan inovatif dalam peningkatan pendapatan keluarga melalui modul pelatihan dan pilihan bisnis yang akan disajikan oleh instruktur. Karena Pemerintah juga tentu berikan kontribusi dan perhatian besar jika kegiatan ini terprogram dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Christina Nanlohi wakil ketua panitia kegiatan ini, mengatakan, 250 peserta merupakan perwakilan 55 Klasis dan 15 bakal klasis dibawah Sinode GKI di tanah Papua.

Peserta akan dibekali selama tiga hari (27-30 Mei) dengan sesi materi dan praktek melalui berbagai pilihan usaha mikro seperti kerajinan tangan, pembuatan dan penyajian kopi, sampai dengan teknis pemasaran.

“Kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha kecil, PW GKI tanah Papua ini adalah yang pertama kali di tanah Papua. Dan kita mulai dari Manokwari, Ibukota Papua Barat,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan penjabaran dari program kerja PW GKI tanah Papua periode 2017/2020. (*)

Editor      : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top