HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Di Yahukimo, seorang polisi tewas dan jurnalis dipukuli

Ilustrasi polisi - Jubi. Dok
Ilustrasi polisi – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Seorang anggota Brimob Polda Riau yang merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Yahukimo, Papua bernama Brigpol Hendra Saut Sibarani meninggal dunia pada Rabu (18/12/2019).

Korban meninggal dunia diduga karena dianiayai warga setempat. Pernyataan itu dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal dalam siaran persnya, Rabu malam (18/12/2019).

Menurutnya, kejadian bermula ketika anggota piket di Mapolres Yahukimo sedang berupaya menyelesaikan salah paham antara Kepala Distrik, Distrik Lolat dengan seorang warga setempat. Ketika sedang terjadi upaya mediasi, seorang warga buang air kecil di samping penjagaan Mapolres Yahukimo. Salah satu anggota polisi yang melakukan penjagaan menegur warga tersebut. Akan tetapi dibalas makian oleh oknum warga itu.

“Kemudian terjadi pertengkaran antara anggota penjagaan dan oknum warga itu. Seorang warga memanggil warga lainnya yang ada di sekitar penjagaan dan di dipinggir jalan. Kelompok warga ini langsung menyerang penjagaan Mapolres Yahukimo,” kata Kombes Pol A.M. Kamal.

Katanya, anggota penjagaan berupaya menenangkan sekelompok warga tersebut. Akan tetapi sekelompok warga ini tetap melakukan penyerangan dan memukul Kepala SPKT Polres Yahukimo, Bripka Toniwi Pareme. Kelompok warga ini juga melempari anggota polisi menggunakan batu.

Setelah kejadian, anggota di Mapolres Yahukimo menuju penjagaan SPKT, melerai keributan tersebut. Anggota polisi meminta kelompok warga ini membubarkan diri.

Loading...
;

“Setelah kejadian tersebut anggota berusaha mencari pelaku yang memukul dan melempari anggota. Namun anggota Polres Yahukimo yang melakukan pencarian, diserang warga yang berada di sekitar Pasar Lama. Anggota akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan ke arah udara,” ujarnya.

Katanya, warga yang tidak terima kemudian menyerang warga lain di Jalan Jalur 1 Pemukiman, juga membakar dua kendaraan masyarakat yang sedang melintas di jalan seputaran kompleks ruko blok B.

Baca juga  Aktivis HAM sarankan draf regulasi penyelesaian pelanggaran HAM diperkuat

Brigpol Hendra Saut Sibarani yang ketika itu melintas di Pemukiman Jalur 1 ke arah Pos Brimob juga dianiaya oleh sekelompok warga di depan sebuah toko. Anggota polisi di lokasi langsung membubarkan masyarakat.

“Anggota Brimob Polda Riau yang dikeroyok dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Akan tetapi beberapa jam kemudian pihak RSUD Dekai menyatakan Brigpol Hendra Saut Sibarani meninggal dunia,” ucapnya.

Selain Brigpol Hendra Saut Sibarani, seorang anggota polisi bernama Bripda Agustinus Nabu juga korban dalam insiden tersebut. Ia mengalami luka pada bagian telinga sebelah kanan akibat terkena lemparan batu warga. Hingga kini polisi masih menyelidiki pelaku

“Kami menyayangkan kejadian tersebut. Pascakejadian ini situasi di Yahukimo aman dan kondusif. Personil Gabungan terus melakukan patroli mengantisipasi hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di sana,” katanya.

Dalam insiden di Yahukimo, wartawan Jubi Piter Lokon mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri. Piter Lokon mengalami kekerasan saat sedang melakukan tugas jurnalistik. Ia mengaku dipukul menggunakan popor senjata api milik anggota Polri di bagian pinggang dan tangan.

Akibatnya kedua bagian tubuhnya itu bengkak. Selain mengalami kekerasan, alat kerja jurnalistik miliknya disita polisi.

“Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi. Piter sudah menunjukkan kartu persnya, tapi masih dipukul juga. Alat kerjanya ditahan. Ini tidak benar,” kata Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw.

Ireeuw meminta polisi menghormati kebebasan pers dan memahami profesi jurnalis yang dilindungi Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Katanya, tindakan tersebut sudah melanggar pasal 18 dalam Undang-Undang Pers.

“Saya menyerukan kepada Kapolda Papua segera menindak tegas anggotanya. Kapolda orang asli Papua yang paham betul jurnalis asli Papua seperti Piter rentan mendapat kekerasan dari anggota polisi,” ujarnya. (*)

Baca juga  5 terdakwa aksi demonstrasi disidangkan hari ini

Editor : Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa