HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Dianggap tak tegas, mahasiswa segel kantor Satpol PP Bintan

Ilustrasi spanduk penyegelan kios - Antara
Spanduk penolakan penyegelan kios oleh pedagang – Antara

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Provinsi Kepulauan Riau menyegel Kantor Satpol Pamong Praja Kabupaten Bintan karena dianggap tidak memiliki nyali menangani PT Mangrove Industry Park Indonesia yang beroperasi secara ilegal di Galang Batang.

Penyegelan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sikap pemerintah daerah yang tidak menegakkan peraturan daerah, khususnya penindakan perusahaan yang menempati lahan tak sesuai tata ruang.

“Kami menilai pemerintah terkesan memberi keistimewaan terhadap perusahaan yang beroperasi di Galang Batang tanpa Ijin Mendirikan Bangunan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam, (HIMA PERSIS) Kepri, Tomi Nyandra, Kamis, (27/2/2020).

Baca jugaMahasiswa protes kelangkaan BBM dan nilai tukar rupiah

Buruknya pendidikan di Lanny Jaya, Mahasiswa Beam protes ke Dinas terkait

Protes rasisme, ini tuntutan mahasiswa Papua di Semarang

Loading...
;

Tercatat PT Mangrove Industry Park Indonesia tercatat (MIPI) di Galang Batang, memproduksi ekspor kitchen set ke Amerika. Aktivitas produksi di lokasi perkebunan dan pertanian, sedangkan pemerintah dan masyarakat dibiarkan meski keberadaannya menyalahi lingkungan.

Menurut Tomi, mahasiswa batal audensi saat berada di kantor Satpol PP Bintan, lantaran kepala kantornya tidak berada di tempat. “Padahal audensi yang sedianya dilaksanakan kemarin, diundur hingga hari ini lantaran kepala kantor tidak berada di tempat, kemarin. Tapi sampai sekarang juga tidak berada di tempat,” kata Tomi menyayangkan.

Ia menilai Pemkab Bintan sampai hari ini tidak tegas, sehingga diduga ada sejumlah oknum di pemerintahan yang terlibat dalam aktivitas ilegal yang dilakukan perusahaan tersebut.

CEO PT MIPI, Edi Jafar, mengatakan pengurusan izin untuk mengoperasikan gudang di Galang Batang masih dilakukan sampai sekarang, salah satunya IMB. Izin-izin lainnya juga masih diurus di pusat.

“Pemda cukup membantu agar seluruh kegiatan kami legal,” kata Jafar.

Sementara terkait keberadaan gudang yang berada di luar kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ia mengatakan perusahaan membayar pajak.

“Selain perushaan kami, ada perusahaan lain juga berada di kawasan yang bukan kawasan industri,” kata Jafar menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa