Diduga ada upaya memuluskan pengiriman pasukan ke Papua

Papua-pasukan TNI
Foto, ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019 - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Elvira Rumkabu, menduga ada upaya memuluskan atau membenarkan pengiriman pasukan keamanan ke Papua. Upaya itu salah satunya dilakukan lewat forum-forum diskusi akademisi.

Pernyataan itu dikatakan pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu, saat hadir sebagai pembicara dalam diskusi “Ada Apa di Intan Jaya?” yang digelar di Aula Sekolah Tinggi Theologia Walter Post, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (9/3/2021) sore.

Ia mengatakan belum lama ini ada suatu webinar yang menghadirkan pembicara pakar hukum internasional. Mereka berbicara tentang hukum militer.

Akan tetapi menurutnya, webinar itu dikritik akademisi di luar Indonesia yang peduli terhadap masalah kemanusiaan di Papua.

Para akademisi yang mengkritik itu menilai, mereka yang berbicara dalam webinar tersebut, seakan mencari celah memuluskan pengiriman pasukan militer lebih banyak ke Bumi Cenderawasih.

“Jadi dalam forum-forum akademisi pun, sudah ada pembicaraan bagaimana memuluskan militerisasi di Papua agar jangan dikritik. Itu ada di forum-forum yang sekarang ada dibangun, yang mungkin tidak kita tahu,” kata Elvira Rumkabu.

Menurutnya, adanya dugaan upaya-upaya memuluskan penambahan pasukan ke Papua, menjadi tantangan besar terhadap isu-isu kekerasan di Bumi Cenderawasih.

Loading...
;

Apalagi begitu sulit mendapat informasi berapa jumlah pasukan non-organik yang dikirim ke provinsi paling timur Indonesia itu.

“Memang sangat sulit memperoleh informasi itu. Beberapa waktu lalu kami meminta data itu kepada teman-teman Imparsial di Jakarta, yang mamang konsentrasinya dalam bidang ini. Akan tetapi mereka juga kesulitan mendapatkannya,” ujarnya.

Kata Elvira Rumkabu, hingga kini pemerintah juga tidak menjelaskan seperti apa status provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Apakah konflik antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata yang menyatakan diri sebagai pejuang kemerdekaan Papua, dikategorikan sebagai perang atau bukan.

Katanya, jika dikategorikan sebagai peperangan, ada aturan yang mesti dipatuhi. Warga sipil tidak boleh dikorbankan. Terlebih lagi, kalau statusnya bukan peperangan, warga sipil wajib dilindungi.

“Kejelasan status ini sampai sekarang tidak ada. Mestinya adanya kejelasan status,” ucapnya.

Baca juga: Diduga ada upaya melemahkan generasi masa depan di Intan Jaya

Koordinator Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) Tanah Papua, Pdt Leonora Balubun, mengatakan negara terus mengirim pasukan keamanan ke berbagai wilayah, termasuk Intan Jaya.

Menurutnya, pemerintah tidak mau mendengar seruan dan kritikan berbagai pihak, yang meminta penarikan pasukan non-organik dari provinsi tertimur Indonesia itu.

“Kita minta tarik pasukan dari Papua. Namun dijawab negara dengan penambahan pasukan. Padahal negara tahu bahwa orang Papua takut (trauma) terhadap militer,” kata pendeta yang akrab disapa Dora Balubun itu. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top