Follow our news chanel

Previous
Next

Diduga, ini sebab Dewan Gereja ingin kajian remiliterisasi

papuan dewan gereja, demiliterisasi
Dewan Gereja Papua menyampaikan keterangan pers yang dihadiri Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, Pdt Socratez Sofyan Yoman (paling kiri), Ketua Sinode Gereja KIGMI Papua Pdt Benny Giay (kedua dari kiri), Presiden Gereja Injili di Indonesia Pdt Dorman Wandikbo, (ketiga dari kiri), dan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili Tanah Papua Pdt Andrikus Mofu. - Jubi/Mawel

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Keinginan Dewan Gereja Papua agar para ahli membuat kajian remiliterisasi di Papua, diduga dilatarbelakangi kondisi di Bumi Cenderawasih terkini.

Pernyataan itu dikatakan anggota komisi bidang politik, hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan keamanan DPR Papua, Laurenzus Kadepa kepada Jubi melalui panggilan telepon, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, mungkin saja Dewan Gereja Papua menilai situasi di Papua kini semakin mengkhawatirkan. Warga sipil terus menjadi korban dari konflik antara TPN/OPM dengan aparat keamanan.

Itu karena negara terus menggunakan pendekatan keamanan atau pendekatan militer, mengatasi perlawanan TPN/OPM di Papua.

“Ini berarti [Dewan Gereja Papua mungkin menilai] situasi Papua kini sudah begitu mengkhawatirkan, sehingga mereka menyuarakan itu. Pasti Dewan Gereja punya alasan tersendiri dan data, sehingga menyuarakan itu,” kata Kadepa.

Diakui pemerintah atau tidak, namun hingga kini pengiriman pasukan ke Papua terus dilakukan. Belum lagi, di beberapa daerah wilayah Papua belakangan ini, dibentuk Mapolres dan Koramil baru.

“Sejak dulu saya selalu menyuarakan pendekatan keamanan tak akan menyelesaikan masalah. Justru menambah masalah,” ujarnya.

Loading...
;

Ia mengatakan, orang Papua memiliki histori trauma terhadap militer, sehingga mestinya yang dikedepankan adalah pendekatan secara keagamaan dan budaya.

Ia tidak ingin Papua terkesan dijadikan lahan konflik, untuk kepentingan tertentu.

Katanya, selama aparat keamanan dan TPN/OPM masih saling mempertahankan ideologi masing-masing dengan senjata, maka akan terus jatuh korban dari kalangan warga sipil.

“Negara sudah tahu itu, tapi kenapa negara membiarkan kondisi ini, dan tetap melakukan pendekatan keamanan,” ucapnya.

Dalam keterangan persnya, pekan lalu Dewan Gereja Papua menyatakan Papua mulai masuk era remiliterisasi.

Kondisi itu ditandai dengan pemekaran dan pembentukan satuan teritorial persiapan oleh TNI/Polri, juga penambahan aparat keamanan di Papua.

Ketua Sinode KIGMI Papua, Pdt Benny Giay meminta para ahli membuat kajian tentang remiliterisasi yang terjadi di Papua setelah 18 tahun lebih pemberlakuan Otonomi Khusus Papua.

Ia mengatakan, pemekaran dan pembentukan satuan teritorial di Papua, seperti Komando Resor Militer (Korem) persiapan, Komando Distrik Militer (Kodim) persiapan, dan Komando Rayon Militer (Koramil) persiapan menimbulkan kesan militer ingin mengontrol Papua seperti pada masa sebelum Otonomi Khusus (Otsus) Papua berlaku.

“Di Universitas Cenderawasih ada pengamat yang begitu-begitu kah? Tolong kami, [kami perlu kajian dari] pengamat militer, pengamat masyarakat international,” kata Giay, Kamis (8/10/2020).

Dewan Gereja berharap ada pihak akademisi yang berkonsentrasi di bidang militer, untuk membuat kajian atas situasi di Papua.

Kajian itu diharapkan bisa membantu Dewan Gereja Papua melihat realitas yang disebut dengan istilah remiliterisasi Papua yang dikhawatirkan dipicu kepentingan memberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua, atau meloloskan Otsus Papua Jilid II, atau mengusai sumber daya alam di Papua.

Giay menyatakan pengamat dan akademisi nantinya bisa menilai apa latar belakang dan penyebab remiliterisasi di Papua, termasuk menyimpulkan benar tidaknya kekhawatiran bahwa remiliterisasi terjadi untuk memberlakukan DOM di Papua misalnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top