Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dihadang polisi saat demo di kantor Wali Kota, SAMN Jayapura kecewa

SAMN kota Jayapura ketika melakukan jumpa pers di asrama Lani Jaya usai aksi mereka di hadang oleh TNI/Polri - Jubi/Agus Pabika
Dihadang polisi saat demo di kantor Wali Kota, SAMN Jayapura kecewa 1 i Papua
SAMN kota Jayapura ketika melakukan jumpa pers di asrama Lani Jaya usai aksi mereka di hadang oleh TNI/Polri – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) kota Jayapura menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang menghadang aksi damai SAMN di kantor Wali Kota Jayapura. Koordinator Aksi, Frengky Ikinia mengatakan, penghadangan oleh sejumlah aparat itu, dilakukan tanpa ada alasan yang jelas.

“Aksi-aksi kami sebelumnya diterima dengan baik namun aksi kami kemarin dihadang dan mereka mengatakan kami pernah melakukan kriminal dan tidak disukai oleh publik tapi kami pikir apa yang kami lakukan untuk menyelamatkan orang banyak dari Miras dan Narkoba terhadap orang Papua,” kata Frengky Kamis, (7/3/2019).

Dihadang polisi saat demo di kantor Wali Kota, SAMN Jayapura kecewa 2 i Papua

Ia menuding, aksi penghadangan kemarin semakin memperkuat indikasi adanya keterlibatan aparat dalam peredaran miras di Jayapura. Ia menilai, aparat Kepolisian cenderung melindungi pengusaha Miras daripada orang asli Papua.

“Baliho dan spanduk atribut aksi kami diambil semua tidak seperti aksi-aksi sebelumnya, dan ini menjadi pertanyaan kami, ada apa sebenarnya? Sehingga aksi kami dianggap ilegal  padahal kami ingin menyelamatkan manusia Papua dari bahaya Miras dan Narkoba,” katanya.

Frengky mengatakan, TNI/Polri seharusnya menjaga jalannya aksi, bukan justru membatasi SAMN dalam menyampaikan aspirasi. Ia juga meminta Pemkot Jayapura bisa bersikap tegas terkait banyaknya peredaran miras di kota Jayapura.

Sementara itu Anias Lengka ketua Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) kota Jayapura mengatakan, aksi ini mereka gelar sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai peristiwa yang terjadi di Jayapura. Banyak rentetan perisitiwa yang terjadi selama 2019 seperti pembunuhan, laka lantas, tabrakan yang disebabkan pelaku mengkonsumsi miras.

Loading...
;

“Kejadian seperti ini membuat kami tidak bisa hanya menonton saja setiap persitiwa terjadi akibat miras, sehingga kami ambil tidakan dengan aksi dengan tujuan memprotes terhadap pemerintah dengan tuntutan Pemkot untuk mengawasi jalankan Perda Miras nomor 8 tahun 2010 dengan baik,” kata Anias. (*)

Editor       : Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top